Tunjangan Guru Honorer Naik Jadi Rp2 Juta? Cek Faktanya!

Bisyral

- Redaksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor-Pemerintah kembali menghadirkan kabar baik bagi para tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Melalui berbagai kebijakan baru, pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan dengan menaikan tunjangan guru honorer. Apakah benar?

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti yang menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui peningkatan tunjangan bagi guru honorer maupun guru Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kebijakan ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memberikan apresiasi terhadap peran guru yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain peningkatan tunjangan, pemerintah juga menyiapkan berbagai program pendukung untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi akademik tenaga pendidik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui kenaikan tunjangan bagi guru honorer maupun guru Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca Juga:  ‎IUQI Resmi Lepas Peserta KKM Internasional Menuju Arab Saudi

Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 11 Juni 2026, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa tunjangan guru non-ASN resmi naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Sementara itu, guru ASN akan menerima tunjangan sebesar satu kali gaji pokok.

Kenaikan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan para guru, khususnya tenaga pendidik non-ASN yang selama ini menjadi salah satu kelompok yang paling menantikan peningkatan dukungan dari pemerintah.

Selain menaikkan nilai tunjangan, pemerintah juga memperkenalkan sistem baru dalam penyaluran hak para guru. Mekanisme ini dirancang agar proses pencairan menjadi lebih cepat, transparan, dan tidak berbelit-belit.

Baca Juga:  Mahasiswa KKM UIB Gelar Eco Adventure 2026 di Desa Karikhil

Menurut Mu’ti, kebijakan baru yang menjadi terobosan pemerintah adalah mekanisme penyaluran tunjangan dan gaji yang kini langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru setiap bulan. Langkah tersebut dilakukan untuk memangkas proses birokrasi sehingga manfaatnya dapat diterima lebih cepat dan tepat sasaran.

“Kebijakan ini menunjukkan komitmen Presiden untuk menyederhanakan birokrasi agar para guru dapat langsung merasakan manfaat dari tunjangan yang diberikan pemerintah,” ujarnya.

Dengan sistem transfer langsung tersebut, pemerintah berharap para guru tidak lagi menghadapi hambatan administratif yang dapat memperlambat penerimaan tunjangan maupun gaji.

Langkah ini juga menjadi bagian dari reformasi birokrasi yang sedang didorong pemerintah di berbagai sektor pelayanan publik.

Tak hanya fokus pada kesejahteraan, pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik.

Baca Juga:  Uji KIR hingga Cek Kesehatan Gratis dari Dishub Diserbu Warga

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuka kembali program beasiswa pendidikan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi akademik D4 atau S1.

Selain peningkatan kesejahteraan, pemerintah juga kembali membuka program beasiswa bagi guru yang belum memiliki kualifikasi pendidikan D4 atau S1. Pada tahun 2026, kuota beasiswa yang disediakan mencapai 150.000 guru dengan nilai bantuan sebesar Rp3 juta per semester.

Program tersebut diharapkan dapat membantu para guru melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya yang besar. Dengan meningkatnya kualifikasi akademik, kualitas pembelajaran di sekolah juga diharapkan ikut meningkat.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa, saat ini proses pendaftaran masih berlangsung dan pemerintah terus mendorong para guru untuk memanfaatkan kesempatan tersebut guna meningkatkan kompetensi dan kualifikasi akademik mereka.

Berita Terkait

Dr. Faisal Rachmat Kembangkan Media Maze Tingkatkan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus
36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Dr. Faisal Rachmat Kembangkan Media Maze Tingkatkan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB