320 CDOB Konsolidasi Nasional, FORKONAS Perkuat Perjuangan Pemekaran Bogor Barat

Tim Redaksi

- Redaksi

Selasa, 29 September 2026 - 18:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta— Perwakilan 320 Calon Daerah Otonom Baru (CDOB) dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti Rapat Pimpinan (RAPIM) dan Konsolidasi Nasional Forum Komunikasi Nasional Percepatan Pembentukan Daerah Otonom Baru (FORKONAS PP DOB), Selasa (29/9/2026), di Jakarta.

Ketua Presidium Aliansi Masyarakat Untuk Pemekaran Bogor Barat (AMUK NOBAR), Dr. Ujang Buchori Muslim (UBM), menyambut pelaksanaan forum tersebut sebagai momentum untuk memperkuat perjuangan pembentukan Kabupaten Bogor Barat.

Ujang berharap RAPIM dan Konsolidasi Nasional tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang strategis untuk menyatukan aspirasi dan memperkuat koordinasi antardaerah dalam memperjuangkan pembentukan daerah otonom baru melalui mekanisme konstitusional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga:  Rudy Susmanto Subuh Berjamaah Bersama Habib Mahdi di Cibinong

Menurutnya, pemekaran daerah berkaitan dengan harapan masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik yang lebih dekat, mempercepat pembangunan, memperluas akses terhadap pemerintahan, serta mendorong pemerataan kesempatan ekonomi dan sosial.

Perjuangan Bogor Barat Hampir Tiga Dekade

Ujang menjelaskan, aspirasi pembentukan Kabupaten Bogor Barat telah diperjuangkan masyarakat selama hampir tiga dekade. Perjuangan tersebut berangkat dari harapan agar pelayanan pemerintahan lebih dekat, efektif, dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Bogor.

Dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang besar, kebutuhan terhadap tata kelola pemerintahan yang efektif menjadi salah satu pertimbangan dalam pembahasan pemekaran Bogor Barat.

Pemekaran diharapkan membuka peluang percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan aktivitas ekonomi masyarakat, serta pemerataan pembangunan ant wilayah.

Meski demikian, pembentukan daerah otonom baru memerlukan proses dan pemenuhan persyaratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Karena itu, perjuangan pemekaran perlu disertai kajian yang memadai serta komunikasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga:  Pengasuh Al-Amien Prenduan: Pesantren dan Tarekat Berperan Membentuk Akhlak Generasi

Kapasitas Daerah Bogor Barat Jadi Bahan Kajian

Dalam pernyataan tertulisnya, Ujang juga menyoroti kapasitas daerah sebagai salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pembahasan pemekaran Kabupaten Bogor.

Ia merujuk kajian INJABAR Universitas Padjadjaran (Unpad) yang, berdasarkan bahan yang disampaikan, mencatat nilai Kapasitas Daerah (KAPASDA) Bogor Barat sebesar 409 poin.

Angka tersebut menjadi salah satu bahan untuk dikaji lebih lanjut dalam pembahasan kesiapan Bogor Barat sebagai calon daerah otonom baru. Penilaiannya perlu mempertimbangkan metodologi kajian, indikator yang digunakan, serta persyaratan administratif dan teknis yang berlaku.

Selain kapasitas daerah, pembahasan penataan wilayah juga berkaitan dengan luas wilayah, jumlah penduduk, kondisi sosial-ekonomi, kebutuhan pelayanan publik, dan kemampuan penyelenggaraan pemerintahan.

Baca Juga:  Rapimwil PII Jabar 2026–2028 Jadi Momentum Konsolidasi

Ujang menegaskan pentingnya mengawal aspirasi pemekaran melalui dialog, kajian akademik, konsolidasi masyarakat, dan mekanisme konstitusional.

Konsolidasi 320 CDOB Perkuat Aspirasi Pemekaran

Keikutsertaan perwakilan 320 CDOB dalam RAPIM dan Konsolidasi Nasional FORKONAS PP DOB menjadi ruang koordinasi bagi berbagai daerah yang memperjuangkan pembentukan daerah otonom baru.

Setiap wilayah memiliki karakteristik, kebutuhan, dan tantangan tersendiri. Karena itu, konsolidasi diperlukan untuk memperkuat sinergi serta menyampaikan aspirasi secara terorganisasi, damai, dan berbasis data.

Bagi Ujang dan AMUK NOBAR, forum nasional ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan perjuangan pemekaran Bogor Barat yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Ia menegaskan bahwa perjuangan tersebut diarahkan untuk mendorong pemerataan pelayanan publik, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat melalui proses yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Semangat perjuangan itu dirangkum dalam seruan “Bogor Barat Mekar — Masyarakat Sejahtera — Pembangunan Merata.”

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Dospulkam IPB Latih Warga Pentingsari Sulap Kulit Buah Jadi Camilan Bernilai Ekonomi
Dospulkam IPB University Hadirkan 27 Solusi Waste-to-Food di Yogyakarta
ForKot Pendobrak Jiwa Perjuangan Mahasiswa Era Orde Baru menuju Reformasi 1998
IPB University Latih Warga Desa Wisata Pentingsari Buat Kawat Komposter
LKBB Transformasi di Karang Taruna Cigudeg, Satukan Pelajar SMP-SMA se-Bogor Raya Open
Perkuat Konservasi Harimau Sumatra, TSI Jalin Kerja Sama Dengan Pusat Gadai Indonesia
Bupati Bogor Silaturahmi dengan Tokoh Muhammadiyah di Leuwiliang
SDO GPI 2026 Hasilkan 15 Rekomendasi Strategis, Formula Ijtihad Politik Menuju 2029

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Dospulkam IPB Latih Warga Pentingsari Sulap Kulit Buah Jadi Camilan Bernilai Ekonomi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Dospulkam IPB University Hadirkan 27 Solusi Waste-to-Food di Yogyakarta

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:17 WIB

ForKot Pendobrak Jiwa Perjuangan Mahasiswa Era Orde Baru menuju Reformasi 1998

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:16 WIB

IPB University Latih Warga Desa Wisata Pentingsari Buat Kawat Komposter

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:50 WIB

LKBB Transformasi di Karang Taruna Cigudeg, Satukan Pelajar SMP-SMA se-Bogor Raya Open

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB