125 Tim Adu Gagasan di OPSI 2026, UMJ Jadi Panggung Peneliti Muda Indonesia

Bisyral

- Redaksi

Selasa, 29 September 2026 - 11:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Tanggerang- Sebanyak 125 tim siswa dari 24 provinsi dan Satuan Pendidikan Indonesia di Luar Negeri (SILN) Malaysia membawa satu hal yang sama ke Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yakni rasa ingin tahu. Mereka datang dengan penelitian yang lahir dari persoalan di sekitar mereka, lalu mengujinya melalui proses ilmiah hingga mencapai panggung nasional dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026.

Di balik setiap penelitian, ada semesta yang ikut bekerja. Ada guru yang menemani proses panjang, orang tua yang memberi dukungan, sekolah yang membuka ruang, perguruan tinggi yang menyediakan lingkungan akademik, juri dan reviewer yang menguji gagasan, serta pemerintah yang menghadirkan kesempatan bagi karya siswa untuk bertemu dengan publik yang lebih luas. Semangat kolaborasi itu mengemuka dalam pembukaan OPSI 2026 di UMJ.

Baca Juga:  Hari Bumi, Mapala UIB Dorong Mahasiswa Peduli Lingkungan

Wakil Rektor UMJ, Muhammad Hadi, menegaskan bahwa kampus siap menjadi bagian dari perjalanan para peneliti muda tersebut. “Kami siap memfasilitasi dan mendampingi para peserta dari seluruh delegasi demi suksesnya acara OPSI. UMJ juga membuka peluang bagi peserta berprestasi untuk melanjutkan pendidikan melalui beasiswa. “Yang bagus-bagus, boleh mendapatkan beasiswa di UMJ,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, kesempatan meneliti harus berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir kritis, terutama ketika teknologi semakin mudah diakses. “Teknologi itu menjadi salah satu capaian dari kemajuan sains dan teknologi, tapi pada sisi yang lain teknologi yang memberikan berbagai kemudahan itu bisa menimbulkan budaya kemalasan,” ujar Abdul Mu’ti.

Baca Juga:  Bupati Rudy Susmanto Targetkan Sekolah dan Jalan Rusak Tuntas 2027–2028

Ia mendorong generasi muda tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi menggunakannya untuk menghadirkan perubahan dalam kehidupan sehari-hari. “Penjelasannya saintifik, sangat ilmiah, tetapi solusinya budaya. Kita harus mengubah perilaku kita,” tuturnya.

Semangat itu pula yang terlihat dari karya para peserta. Mereka mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan lingkungan, sosial, budaya, teknologi, dan berbagai tantangan di sekitar mereka lalu mengolahnya menjadi penelitian.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Suharti, menyebut proses tersebut sebagai kerja bersama banyak pihak. “Keberhasilan penyelenggaraan OPSI tentu tidak terlepas dari kerja sama dan dukungan berbagai pihak,” ujarnya.

Ia mengapresiasi UMJ sebagai tuan rumah serta perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang berkontribusi melalui juri dan reviewer. Apresiasi juga diberikan kepada guru pembimbing dan pendamping, satuan pendidikan, dinas pendidikan, orang tua, serta seluruh pemangku kepentingan yang mendampingi peserta sejak tahap awal penelitian hingga mencapai tingkat nasional.

Baca Juga:  Soal Kompensasi Penutupan Tambang, Pemkab Bogor Minta Warga Bersabar

OPSI 2026 akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menghasilkan penelitian terbaik. Ia memperlihatkan bagaimana satu pertanyaan anak dapat menggerakkan banyak orang. Dari rumah ke sekolah, dari sekolah ke kampus, lalu ke panggung nasional, perjalanan itu menunjukkan satu hal yakni ketika banyak pihak memilih untuk hadir, rasa ingin tahu seorang anak dapat tumbuh menjadi pengetahuan yang memberi arti bagi lingkungan dan masa depan.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB