Sekolah Rakyat Permanen Jasinga Tampung Ribuan Siswa

Bisyral

- Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Bogor di Jasinga, Jumat (21/8).

Sekolah tersebut memiliki kapasitas hingga 1.000 siswa, dan mengawali operasionalnya dengan 270 peserta didik sebagai angkatan pertama.

Sekolah Rakyat Permanen Jasinga memiliki kapasitas maksimal hingga 1.000 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran sekolah ini diharapkan dapat memperluas kesempatan memperoleh pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang menghadapi keterbatasan sosial dan ekonomi.

Mewakili Bupati Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda) Ajat Rochmat Jatnika mengatakan bahwa hari ini bukan sekadar dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

Hari ini kita akan membuka harapan baru, sekaligus memberikan kesempatan yang lebih besar bagi anak-anak Kabupaten Bogor untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ungkap Ajat saat membacakan sambutan dari Bupati Bogor.

Baca Juga:  Pertamax vs Pertalite: Kenali Perbedaannya Agar Mesin Awet

“Untuk Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Permanen Jasinga menerima 270 siswa yang terdiri atas 30 siswa jenjang SD, 120 siswa SMP, dan 120 siswa SMA,” ujar Ajat.

Para siswa tersebut menjadi angkatan pertama yang mengikuti pendidikan di kampus permanen Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor.

Sekolah ini menerapkan sistem pendidikan berasrama atau boarding school dengan seluruh kebutuhan utama peserta didik ditanggung negara.

Fasilitas yang diberikan mencakup pendidikan, asrama, konsumsi, seragam, hingga perlengkapan belajar.

Konsep tersebut dibuat untuk memberikan lingkungan pendidikan yang mendukung sehingga siswa dapat fokus belajar sekaligus mengembangkan potensi dan karakter.

Baca Juga:  Fakta di Balik Video Viral Mobil RI 21, Benarkah Mobil Rini Widyantini?

“Sasaran utama program ini adalah anak-anak dari keluarga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya Desil 1 dan Desil 2, yang berisiko putus sekolah atau menghadapi hambatan sosial ekonomi,” ucap Ajat.

Ajat menegaskan, pembangunan sumber daya manusia merupakan bagian penting dari pembangunan Kabupaten Bogor.

Pendidikan menjadi salah satu instrumen strategis untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kita ingin memastikan bahwa kemiskinan tidak menjadi warisan antargenerasi, dan pendidikan adalah jalan terbaik untuk memutus rantai tersebut,” tegasnya.

Sekolah Rakyat Permanen Jasinga merupakan kelanjutan dari program Sekolah Rakyat rintisan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Bogor sejak 2025.

Baca Juga:  PMUQI Berangkatkan 9 Bus Rihlah Kelas Akhir Angkatan Ke-27

Pelaksanaan MPLS pada 20–21 Agustus 2026 menjadi momentum dimulainya operasional Sekolah Rakyat Permanen Jasinga sekaligus menandai hadirnya fasilitas pendidikan berasrama dengan kapasitas hingga 1.000 siswa di Kabupaten Bogor.

“Selain Jasinga, Pemkab Bogor juga terus mengoptimalkan sejumlah lokasi sekolah rakyat rintisan di beberapa titik, di antaranya BNN Lido, Tagana Training Center, Pusbang Aparatur SDM Perhubungan, kemudian Perpustakaan Digital Kementerian Pertanian,” ungkapnya.

Pemkab Bogor berharap Sekolah Rakyat Permanen Jasinga dapat menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak Kabupaten Bogor untuk mendapatkan pendidikan yang layak, dan dapat mengembangkan potensi, membangun karakter, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB