Ratusan Ribu Titik Ikuti Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026

Tim Redaksi

- Redaksi

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta — Kementerian Agama (Kemenag) terus mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dalam pelayanan keagamaan melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Program yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) ini memanfaatkan fenomena astronomi Rashdul Qiblat, yaitu saat matahari berada tepat di atas Ka’bah, sebagai metode ilmiah untuk memverifikasi arah kiblat.

Antusiasme masyarakat terhadap gerakan ini sangat tinggi. Ditjen Bimas Islam mencatat sebanyak 725.669 titik lokasi di seluruh Indonesia telah mendaftarkan diri untuk mengikuti verifikasi arah kiblat menggunakan metode tersebut.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa jumlah tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memastikan ketepatan arah kiblat berdasarkan pendekatan ilmiah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mencatat ada 725.669 titik lokasi yang didaftarkan ikut dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026,” terang Arsad Hidayat di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga:  TNI Kerahkan Kapal Perang hingga Pesawat Tempur Amankan KTT ASEAN 2026

Ia merinci, dari total lokasi tersebut terdapat 67.867 masjid, 576.309 rumah, 49.680 musala, 233 restoran, 114 hotel, serta 31.466 lokasi lainnya yang mengikuti kegiatan verifikasi arah kiblat.

“Sebaran titik lokasi verifikasi arah kiblat ini terdiri atas: 67.867 masjid, 576.309 rumah, 49.680 musala, 233 restoran, 114 hotel, dan 31.466 lokasi lainnya. Ini belum menghitung jika dalam satu titik itu virifikasi dilakukan di tiga atau lebih lokasi,” sambungnya.

Memanfaatkan Fenomena Astronomi

Pusat pemantauan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat tahun ini dipusatkan di Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Ciawi, Kabupaten Bogor. Sebelum pelaksanaan gerakan, Kemenag juga menggelar International Seminar on Islamic Astronomy yang menghadirkan pakar astronomi dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura sebagai bagian dari penguatan literasi ilmu falak.

Fenomena Rashdul Qiblat sendiri merupakan peristiwa astronomi yang terjadi dua kali setiap tahun, ketika matahari tepat berada di atas Ka’bah. Pada momen tersebut, bayangan benda yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi akan mengarah tepat berlawanan dengan posisi Ka’bah sehingga dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.

Baca Juga:  Menunggu Kesaktian Pancasila

Pada tahun 2026, fenomena ini terjadi pada 15–16 Juli sekitar pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA.

Metode pengecekannya pun relatif sederhana. Masyarakat cukup menempatkan tongkat atau benda yang berdiri tegak lurus di area terbuka saat waktu Rashdul Qiblat berlangsung. Garis yang ditarik dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat menunjukkan arah Ka’bah sehingga dapat digunakan untuk memverifikasi ketepatan arah kiblat di rumah maupun tempat ibadah.

Meningkatkan Literasi Ilmu Falak

Menurut Arsad, gerakan ini bukan sekadar memastikan akurasi arah kiblat, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin memahami peran ilmu falak dalam kehidupan beragama.

“Alhamdulillah Gerakan Nasional Rashdul Kiblat ini disambut antusias dengan keikutsertaan ratusan ribu pendaftar yang ingin mempraktikkan langsung metode ini,” tegasnya.

Baca Juga:  Setjen DPR RI Buka Lowongan Magang, Pelajar-Mahasiswa Bisa Daftar!

Melalui kegiatan ini, Kemenag berharap masyarakat semakin mengenal bahwa penentuan arah kiblat dapat dilakukan dengan pendekatan ilmiah yang mudah dipraktikkan dan memiliki dasar astronomi yang kuat.

Mendapat Apresiasi Masyarakat

Program Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat juga memperoleh respons positif dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Sekretaris PCNU Kota Semarang, Jumarno, yang menilai program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam memverifikasi arah kiblat secara mandiri.

“Terima kasih atas program gerakan Indonesia Berkiblat yang diprakarsai oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah,” ucapnya.

Melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, Kementerian Agama menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menjadi bagian penting dalam pelayanan keagamaan. Selain membantu memastikan ketepatan arah kiblat, program ini juga memperkuat literasi sains Islam di tengah masyarakat serta mendorong pemahaman bahwa astronomi memiliki kontribusi besar dalam praktik ibadah umat Islam.[]

 

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB