Kemendikdasmen Kukuhkan 21 Duta Al-Qur’an Bahasa Isyarat

Tim Redaksi

- Redaksi

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif bagi seluruh peserta didik, termasuk penyandang disabilitas rungu. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penutupan kegiatan Training of Trainers (ToT) Qur’an Isyarat Batch 3 yang berlangsung selama dua hari di Masjid Baitut Tholibin, Kompleks Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (21/7).

Kegiatan tersebut ditutup dengan pengukuhan 21 peserta yang terdiri atas 11 guru dan 10 murid sebagai Duta Al-Qur’an Bahasa Isyarat. Mereka diharapkan menjadi penggerak dalam memperluas pembelajaran Al-Qur’an yang lebih inklusif di sekolah maupun komunitas bagi peserta didik penyandang disabilitas rungu.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai metode membaca, memahami, dan mengajarkan Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat. Kompetensi tersebut diharapkan dapat diterapkan di berbagai satuan pendidikan sehingga semakin banyak penyandang disabilitas rungu memperoleh kesempatan belajar agama secara setara.

Baca Juga:  Kota Bogor Masuk 12 Besar West Java Investment Challenge 2026

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa pendidikan inklusif tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus memberikan ruang bagi penguatan nilai-nilai spiritual bagi setiap peserta didik.

“Pendidikan yang inklusif harus menjamin saudara-saudara kita yang Tuli memiliki akses yang setara, tidak hanya dalam urusan akademik, tetapi juga untuk meraih kebahagiaan dan kecerdasan spiritual. Belajar dan mengajar Al-Qur’an dengan bahasa standar saja memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, terlebih lagi dengan bahasa isyarat. Namun, ikhtiar ini adalah bagian penting dari pengabdian kita,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkab Bogor Luncurkan Ngupahan, Tekan Food Waste Berbasis Digital

Menurut Tatang, keberadaan Duta Al-Qur’an Bahasa Isyarat diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan keagamaan yang ramah disabilitas di berbagai daerah. Ia mengingatkan bahwa pengukuhan tersebut bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

“Gelar dan sertifikat yang didapatkan hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari amanah besar. Jadikan ilmu yang didapat sebagai pelita dan teruslah berkolaborasi membangun ekosistem Al-Qur’an bahasa isyarat agar semakin berkembang dan mudah dipahami,” tambahnya.

Pelatihan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi para peserta. Salah satunya Fira, peserta didik dari SLB Muhammadiyah Karangpawitan, Garut, yang mengaku semakin termotivasi mempelajari Al-Qur’an melalui bahasa isyarat.

“Aku sangat senang belajar Al-Qur’an. Di sini saya belajar huruf hijaiyah, seperti alif, ba, ta, sa, jim, ha. Semoga ilmu yang kami terima bisa bermanfaat,” tutur Fira.

Baca Juga:  Rudy Susmanto Percepat Pencairan Bankeu Desa 2026, Sampah dan Infrastruktur Prioritas

Pada acara penutupan, Kemendikdasmen juga memberikan penghargaan berupa sertifikat kepada tiga peserta terbaik, yakni Nafisya Lutsiana, Indah Pujasari, dan Tiara Nida Maharani. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan capaian mereka selama mengikuti pelatihan.

Melalui program ini, Kemendikdasmen berharap semakin banyak pendidik dan peserta didik yang mampu mengembangkan pembelajaran Al-Qur’an berbasis bahasa isyarat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan yang adil, setara, dan inklusif sehingga setiap anak Indonesia, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan dan pembinaan spiritual.[]

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara
Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik
Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing
Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor
Pemkab Bogor Perkuat Peran Bunda PAUD Tingkatkan Akses Pendidikan Anak
Waste Station Rekosistem, Perkuat Ekosistem Persampahan dari Hulu Ke Hilir

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB