Pesan Kemenag di Hari Anak Nasional, Wujudkan Aman di Ruang Publik dan Digital

Tim Redaksi

- Redaksi

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta – Perlindungan anak menjadi salah satu fondasi penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas. Karena itu, setiap anak perlu tumbuh di lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, baik di rumah, sekolah, ruang publik, maupun ruang digital.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Syafi’i usai mengikuti peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Madrasah Al-Azhar Asy-Syarif, Jakarta Selatan, Kamis (23/7).

Menurut Wamenag, Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda tahunan yang bersifat seremonial, melainkan momentum untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada cara anak-anak diasuh, dididik, dan dilindungi sejak dini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari Anak adalah hari masa depan Indonesia. Ketika kita membayangkan Indonesia ke depan, jawabannya adalah bagaimana hari ini kita mengasuh, mendidik, dan menyayangi anak-anak,” ujar Wamenag.

Baca Juga:  Dua Personel Terkendala, Damkar Bogor Tetap Bersaing di NFSC 2026

Ia menjelaskan, rasa aman merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar anak dapat berkembang secara optimal. Anak yang merasa terlindungi akan lebih leluasa belajar, berinteraksi dengan lingkungan, menyampaikan pendapat, serta mengembangkan potensi yang dimilikinya tanpa rasa takut.

Karena itu, perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi juga memerlukan keterlibatan pendidik, masyarakat, pengelola ruang publik, hingga penyelenggara layanan digital.

Di lingkungan keluarga, anak membutuhkan pola pengasuhan yang penuh perhatian dan komunikasi yang terbuka. Sementara di sekolah, perlindungan diwujudkan melalui suasana belajar yang nyaman, hubungan yang sehat antara guru dan peserta didik, serta pencegahan terhadap perundungan maupun berbagai bentuk kekerasan.

Selain itu, ruang publik juga harus dirancang menjadi tempat yang ramah anak. Seiring meningkatnya penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, perlindungan anak juga harus diperluas ke ruang digital.

Baca Juga:  Soal Kompensasi Penutupan Tambang, Pemkab Bogor Minta Warga Bersabar

Menurut Wamenag, pendampingan orang tua dan pendidik sangat diperlukan agar anak mampu menggunakan teknologi secara sehat, aman, dan bertanggung jawab. Langkah tersebut penting untuk melindungi anak dari perundungan di dunia maya, kekerasan verbal, maupun paparan konten yang dapat mengganggu tumbuh kembang mereka.

Wamenag mengingatkan bahwa kekerasan fisik, kekerasan verbal, perundungan, maupun perlakuan yang tidak semestinya dapat meninggalkan trauma dan berdampak pada perkembangan anak dalam jangka panjang.

“Anak harus aman dan nyaman di rumah, di sekolah, di ruang publik, dan di ruang digital,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenag juga meninjau proses belajar mengajar di MTsN 41 Al-Azhar Asy-Syarif Jakarta. Ia berdialog dengan siswa dan guru serta melihat berbagai fasilitas pembelajaran yang dimanfaatkan di sekolah.

Baca Juga:  Gernas RANA Diluncurkan, Perkuat Perlindungan Anak di Pesantren dan Madrasah

Menurutnya, lingkungan pendidikan yang sehat dapat dilihat dari terciptanya hubungan yang hangat antara guru dan peserta didik. Proses pembelajaran harus mampu menghadirkan rasa aman, tanpa tekanan maupun perlakuan yang merendahkan martabat anak.

Semangat menghadirkan lingkungan yang aman bagi anak, lanjutnya, juga selaras dengan doa yang dipanjatkan dalam peringatan Hari Anak Nasional agar rumah, madrasah, dan lingkungan sekitar menjadi tempat yang damai, aman, dan penuh kasih sayang.

Wamenag berharap semangat Indonesia Sayang Anak tidak berhenti sebagai slogan dalam peringatan tahunan, tetapi menjadi budaya yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan lingkungan yang aman dan nyaman, anak-anak Indonesia diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, percaya diri, berakhlak mulia, serta siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa. []

 

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara
Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik
Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing
Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor
Pemkab Bogor Perkuat Peran Bunda PAUD Tingkatkan Akses Pendidikan Anak
Waste Station Rekosistem, Perkuat Ekosistem Persampahan dari Hulu Ke Hilir

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB