Pembukaan KKM IUQI Bogor 2026 di Pamijahan Perkuat Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat Desa

Irwan Maulana

- Redaksi

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor–Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 04 Desa Cibitung Wetan turut menghadiri kegiatan Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Institut Ummul Quro Al Islami (IUQI) Bogor yang diselenggarakan di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini menjadi momentum penting yang menandai dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, pendidikan, sosial, keagamaan, dan lingkungan yang akan dilaksanakan selama masa KKM berlangsung.

Acara pembukaan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh peserta. Mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta berbagai unsur masyarakat hadir untuk memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program KKM tahun ini. Kehadiran seluruh pihak mencerminkan komitmen bersama dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat demi terciptanya program pengabdian yang memberikan manfaat nyata.

Pada tahun ini, kegiatan pembukaan KKM di Kecamatan Pamijahan diikuti oleh tujuh kelompok mahasiswa yang ditempatkan di berbagai desa. Setiap kelompok memiliki lokasi pengabdian yang berbeda dengan karakteristik, potensi, serta kebutuhan masyarakat yang beragam. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam kehidupan nyata melalui berbagai kegiatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Baca Juga:  Bekali 462 Mahasiswa KKM 2026, UIB Arahkan Pengabdian Kolaboratif

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Kelompok KKM 04 yang ditempatkan di Desa Cibitung Wetan, kegiatan pembukaan ini menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi, koordinasi, serta hubungan yang harmonis dengan berbagai pihak sebelum melaksanakan program kerja di lapangan. Melalui momentum tersebut, mahasiswa semakin memahami pentingnya menjunjung tinggi nilai kebersamaan, gotong royong, serta kolaborasi dalam menjalankan setiap kegiatan pengabdian.

Mengusung tagline “Bergerak, Serempak, Berdampak”, pelaksanaan KKM IUQI Bogor tahun ini membawa semangat agar seluruh mahasiswa mampu bergerak secara aktif dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Semangat bergerak tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas fisik, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian, kreativitas, inovasi, dan keberanian mahasiswa dalam menghadirkan perubahan positif di lingkungan tempat mereka mengabdi.

Kata “Serempak” menjadi simbol pentingnya kerja sama dan koordinasi antarkelompok maupun dengan seluruh elemen masyarakat. Mahasiswa diharapkan tidak bekerja secara individual, melainkan membangun kolaborasi yang kuat bersama pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, kader kesehatan, serta berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya. Dengan sinergi yang baik, berbagai program yang dirancang dapat terlaksana secara efektif dan memperoleh dukungan penuh dari masyarakat.

Baca Juga:  Rumah Warga di Pamijahan Bogor Terbakar, Polisi Selidiki Sebab Kebakaran

Sementara itu, kata “Berdampak” menjadi tujuan utama dari seluruh rangkaian kegiatan KKM. Setiap program kerja yang dilaksanakan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi mampu memberikan manfaat yang nyata, baik dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan, meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan, maupun mendorong pemberdayaan masyarakat sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing desa.

Sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, KKM menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung mengenai dinamika kehidupan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan dalam berkomunikasi, memecahkan masalah, bekerja sama dalam tim, serta beradaptasi dengan lingkungan sosial yang beragam. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang sangat berharga dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab sebagai calon intelektual yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Bagi masyarakat Desa Cibitung Wetan, kehadiran mahasiswa KKM diharapkan dapat menjadi mitra dalam mendukung berbagai program pembangunan desa. Melalui kolaborasi yang baik, mahasiswa dapat berbagi pengetahuan, memberikan edukasi, serta menghadirkan berbagai inovasi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sebaliknya, mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk belajar dari pengalaman, kearifan lokal, budaya, serta nilai-nilai kehidupan yang berkembang di tengah masyarakat.

Baca Juga:  5 Pelajaran dari Rumah Sebelum Anak Pergi Sekolah

Kegiatan pembukaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan KKM tidak hanya diukur dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap kelompok diharapkan mampu menyusun dan melaksanakan program kerja yang realistis, partisipatif, serta sesuai dengan kondisi dan potensi desa masing-masing.

Dengan dimulainya kegiatan KKM ini, seluruh mahasiswa diharapkan dapat menjalankan amanah pengabdian dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi etika, menjaga nama baik almamater, serta senantiasa membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Semoga seluruh rangkaian kegiatan KKM Institut Ummul Quro Al Islami Bogor tahun ini dapat berjalan dengan lancar, mempererat kerja sama antar kelompok maupun dengan masyarakat, serta menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pengabdian yang bermanfaat, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di Kecamatan Pamijahan, khususnya di Desa Cibitung Wetan.[]

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB