Kualitas Udara Berstatus Sedang, Pemkot Bogor Imbau Kelompok Rentan Tetap Waspada

Bisyral

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 20:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Imbauan ini disampaikan menyusul hasil pemantauan kualitas udara dan perkembangan kasus gangguan kesehatan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Ana Ismawati, menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan pada Jumat, 11 September 2026, kualitas udara Kota Bogor berada pada kategori sedang dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 85 µg/m³.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan kondisi kualitas udara saat ini, kami mengimbau masyarakat, terutama lansia, anak-anak, penderita asma, alergi, serta warga dengan gangguan jantung dan pernapasan, untuk lebih waspada dan membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan dalam waktu lama,” ujar Ana.

Baca Juga:  Kemenag: Pesantren Efektif Wujudkan Pemerataan Kesejahteraan

Berdasarkan pemantauan indeks standar pencemar udara (ISPU) selama 24 jam, tercatat rata-rata konsentrasi sebesar 69,33 µg/m³, dengan konsentrasi terendah 43,1 µg/m³ pada pukul 20.00 WIB, Kamis (10/9) kemarin dan tertinggi 80,9 µg/m³ pada pukul 12.00 WIB.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kewaspadaan, khususnya bagi kelompok sensitif. Masyarakat umum yang sehat masih dapat beraktivitas di luar ruangan dengan tetap memperhatikan kondisi tubuh dan perkembangan kualitas udara.

Selain pemantauan kualitas udara, Pemkot Bogor juga terus memantau perkembangan gangguan kesehatan yang berkaitan dengan dampak abu vulkanik melalui fasilitas pelayanan kesehatan.

Data pemantauan menunjukkan jumlah pasien dengan gangguan kesehatan yang dipantau meningkat dari 1.360 pasien pada periode sebelumnya menjadi 1.544 pasien pada periode saat ini, atau bertambah 184 pasien.

Baca Juga:  Dedie Rachim Ajak Bakoma Bogor Raya Bersinergi dalam Pendidikan

Perkembangan tersebut mencakup kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gangguan mata, dan gangguan kulit.

Ana menyampaikan bahwa kenaikan jumlah kasus tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui faktor penyebab dan keterkaitannya dengan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memantau perkembangan kasus secara berkala. Kenaikan ini perlu dianalisis lebih lanjut agar langkah penanganan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Dinkes Kota Bogor bersama lintas sektor terus memantau perkembangan penyakit dan kualitas udara secara bersamaan sebagai bagian dari kewaspadaan dini. Pemantauan dilakukan untuk memperoleh gambaran perkembangan kesehatan masyarakat dan menentukan langkah yang diperlukan sesuai kondisi di lapangan.

Baca Juga:  Berita Hoax, Menteri Agama Nasaruddin Umar Melarang Penyembelihan Hewan Kurban

“Koordinasi pemantauan kualitas udara dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup, BMKG, dan BPBD,” kata Kepala Dinkes Kota Bogor, Erna Nuraena.

Dinkes Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, dan mengurangi aktivitas fisik berkepanjangan di luar ruangan, terutama bagi kelompok sensitif. Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan, khususnya gangguan pernapasan, mata, atau kulit, diimbau segera mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan terdekat.

“Rekomendasi ini sejalan dengan kondisi ISPU kategori Sedang yang saat ini terpantau di Kota Bogor,” kata Erna.

Berita Terkait

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara
Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik
Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing
Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor
Pemkab Bogor Perkuat Peran Bunda PAUD Tingkatkan Akses Pendidikan Anak
Waste Station Rekosistem, Perkuat Ekosistem Persampahan dari Hulu Ke Hilir

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB