Kota Bogor Perkuat Transformasi Pemerintahan Digital

Bisyral

- Redaksi

Rabu, 23 September 2026 - 17:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor– Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, membuka Evaluasi Kinerja Pemerintahan Digital Kota Bogor Tahun 2026 bersama Asesor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) di Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor, Rabu (23/09/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dedie Rachim menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mempersiapkan diri dan berkomitmen menjadikan pemerintahan digital sebagai basis penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel, transparan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kota Bogor tengah mempersiapkan diri dan berusaha konsisten menjadikan pemerintahan digital sebagai basis penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel dan transparan. Tujuannya agar pemerintah betul-betul bisa maksimal dalam melayani masyarakat,” ujar Dedie Rachim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan, transformasi digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pemkot Bogor terus melakukan berbagai penguatan, mulai dari sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) hingga pengembangan pemerintahan digital secara menyeluruh.

Baca Juga:  Pemkot Bogor Buka Pelatihan Kerja Ke Luar Negeri Gratis

Dedie Rachim menjelaskan bahwa Kota Bogor telah mendapatkan penilaian SPBE sejak 2018 dengan tren peningkatan secara bertahap.

Pada 2018, nilai SPBE Kota Bogor berada di angka 2,91 dan meningkat menjadi 4,08 pada 2024.

“Pemkot Bogor secara serius mempersiapkan bukan hanya SPBE, tetapi juga transformasi menuju pemerintahan digital,” jelas Dedie Rachim.

Saat ini, Kota Bogor memiliki 839 layanan digital, 282 aplikasi yang digunakan di lingkungan Pemkot Bogor, 65 lokasi wifi publik, serta 169 titik CCTV yang terintegrasi. Selain itu, Pemkot Bogor juga terus melakukan penataan kabel utilitas udara dengan memasukkannya ke dalam box utilitas. Dalam tiga tahun terakhir, penurunan kabel utilitas telah dilakukan sepanjang kurang lebih 36 kilometer.

Dedie Rachim mengatakan, ke depan Pemkot Bogor akan terus memperluas integrasi infrastruktur digital, termasuk penambahan CCTV di berbagai titik.

“Kami akan coba melengkapi CCTV setiap 100 meter bekerja sama dengan APJATEL. Penambahan panjang jalan untuk penurunan kabel terus dilakukan sampai seluruh area dari total hampir 127 kilometer di Kota Bogor dapat tertata,” katanya.

Baca Juga:  POLBIS Gandeng Pos Indonesia, Hadirkan Laboratorium Logistik Industri

Selain infrastruktur digital, Dedie Rachim juga menyampaikan sejumlah inovasi yang telah dikembangkan Pemkot Bogor, salah satunya Bogor Single Window yang telah berjalan dan memberikan kemudahan bagi perangkat daerah maupun masyarakat.

Tahun ini, Pemkot Bogor juga tengah menyelesaikan pembangunan Command Centre Bogor yang nantinya akan melibatkan sembilan perangkat daerah dalam pengelolaannya.

Menurutnya, penguatan pemerintahan digital juga dilakukan melalui kolaborasi antarinstansi. Salah satunya melalui kerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bogor untuk melakukan overlay peta digital Kota Bogor yang mencakup hampir 290 ribu bidang tanah dengan data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Selain itu, Pemkot Bogor terus melakukan sinkronisasi data dengan berbagai pihak, seperti Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, BPJS, serta verifikasi lapangan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar data yang digunakan semakin komprehensif, lengkap, valid, dan mutakhir.

Baca Juga:  Pemkot Bogor Gelar Khitan Gratis di HJB ke-544

Dalam evaluasi tersebut, Asesor KemenPANRB, Anak Agung Kompiang Oka Sudana, mengapresiasi pelaksanaan pemerintahan digital di Kota Bogor. Menurutnya, pemerintahan digital merupakan tata kelola pemerintahan secara menyeluruh yang dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi digital.

Ia menyebutkan, dari empat lokus yang menjadi pemantauan, Kota Bogor menjadi salah satu daerah dengan nilai yang relatif tinggi. Melalui proses klarifikasi tersebut, ia berharap capaian yang telah diraih dapat terus ditingkatkan.

“Sebagai informasi, rata-rata nasional ada di angka 1,7 dan Kota Bogor relatif tinggi, sudah di atas 2. Saya melihat semangat yang ada menggambarkan hal tersebut,” kata Anak Agung Kompiang Oka Sudana secara virtual.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara
Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik
Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing
Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor
Pemkab Bogor Perkuat Peran Bunda PAUD Tingkatkan Akses Pendidikan Anak
Waste Station Rekosistem, Perkuat Ekosistem Persampahan dari Hulu Ke Hilir

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB