Binanews.id | Bogor – Institut Agama Islam Sahid (INAIS) menyelenggarakan kuliah umum bertema “Shariahpreneurship in Digital Era: Membangun Bisnis, Menciptakan Nilai, Menggerakkan Peradaban” pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penyambutan mahasiswa baru Program Magister Ekonomi Syariah INAIS untuk mengawali perjalanan akademik dengan perspektif kewirausahaan, kepemimpinan, dan pengembangan bisnis berbasis nilai-nilai Islam.
Kuliah umum menghadirkan Dr. Ir. Hariyadi B. Sukamdani, M.M., Vice President SAHID Group, sebagai pembicara utama. Diskusi dipandu oleh Dr. Yaya RC Pujiharto, M.E., Ketua Program Studi Magister Ekonomi Syariah INAIS.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk memperoleh wawasan langsung dari praktisi bisnis mengenai tantangan dan peluang kewirausahaan di era digital, sekaligus memahami peran strategis ekonomi syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan manfaat bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor INAIS, Prof. Dr. Farah Fahma, S.TP., M.T., mengajak mahasiswa untuk belajar tidak hanya dari pengalaman dan pencapaian pembicara utama, tetapi juga dari cara beliau mengelola waktu dan menjalankan beragam tanggung jawab secara produktif.
“Hal penting yang perlu kita pelajari dari Pak Hariyadi adalah bagaimana beliau mengelola 24 jam dalam sehari sehingga mampu menjalankan begitu banyak tanggung jawab secara produktif. Ini menjadi pelajaran berharga bagi mahasiswa, bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan dan peluang, tetapi juga oleh kedisiplinan, pengelolaan waktu, serta kemampuan menentukan prioritas,” demikian pesan Rektor INAIS.
Menurut Farah, mahasiswa pascasarjana perlu membangun kapasitas diri yang lebih dari sekadar penguasaan teori dan konsep akademik. Mereka juga perlu mengembangkan pola pikir strategis, kemampuan mengambil keputusan, jejaring profesional, dan keberanian menghadirkan solusi atas berbagai persoalan ekonomi dan sosial.
Momentum penyambutan mahasiswa baru ini diharapkan menjadi titik awal untuk membangun budaya akademik yang produktif, terbuka terhadap inovasi, dan berorientasi pada kontribusi nyata bagi masyarakat.
Shariahpreneurship: Membangun Bisnis, Menciptakan Nilai
Tema shariahpreneurship menekankan pentingnya mengintegrasikan semangat kewirausahaan dengan prinsip-prinsip ekonomi dan etika Islam. Bisnis tidak hanya dipandang sebagai sarana memperoleh keuntungan, tetapi juga sebagai instrumen untuk menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperluas kesempatan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah perkembangan ekonomi digital, pelaku usaha dituntut mampu membaca perubahan pasar, memanfaatkan teknologi, membangun inovasi, dan mengembangkan model bisnis yang adaptif. Pada saat yang sama, integritas, keadilan, tanggung jawab, dan kebermanfaatan tetap menjadi fondasi penting dalam menjalankan bisnis berbasis syariah.
Melalui kuliah umum ini, mahasiswa Magister Ekonomi Syariah diharapkan dapat melihat kewirausahaan dari perspektif yang lebih luas, yaitu sebagai proses membangun usaha yang berkelanjutan sekaligus menciptakan dampak positif bagi lingkungan sosial dan ekonomi.
Piazza Firenze Garut sebagai Studi Kasus Bisnis
Dalam pemaparannya, Hariyadi Sukamdani mengangkat Piazza Firenze Garut sebagai salah satu studi kasus. Penggunaan kasus bisnis nyata memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan konsep akademik dengan praktik kewirausahaan serta dinamika pengembangan usaha.
Pendekatan studi kasus juga mendorong mahasiswa untuk mengasah kemampuan analitis, memahami tantangan bisnis, dan mempelajari proses pengambilan keputusan dalam menghadapi perubahan pasar. Pembelajaran semacam ini penting bagi mahasiswa pascasarjana yang diharapkan mampu mengembangkan perspektif kritis dan merumuskan strategi berdasarkan analisis yang kuat.
Bagi mahasiswa ekonomi syariah, pengalaman belajar dari praktik bisnis dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha yang tidak hanya kompetitif secara ekonomi, tetapi juga memperhatikan etika, keberlanjutan, dan prinsip-prinsip syariah.
Menyiapkan Lulusan yang Produktif dan Berdaya Saing
Penyelenggaraan kuliah umum yang dirangkaikan dengan penyambutan mahasiswa baru ini mencerminkan upaya INAIS untuk memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dan dunia usaha. Kehadiran praktisi bisnis memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh perspektif langsung mengenai tantangan kepemimpinan, pengelolaan organisasi, dan pengembangan bisnis di tengah perubahan zaman.
Bagi Program Magister Ekonomi Syariah INAIS, pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman teori ekonomi Islam, tetapi juga diarahkan pada kemampuan menerapkan pengetahuan untuk menjawab persoalan nyata, mengembangkan inovasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui momentum ini, INAIS berharap mahasiswa baru dapat memulai studi dengan semangat belajar, kedisiplinan, dan orientasi kontribusi yang kuat. Mereka diharapkan tumbuh menjadi akademisi, profesional, pemimpin, dan wirausahawan yang mampu mengintegrasikan kompetensi, integritas, serta nilai-nilai Islam dalam setiap langkahnya.
Pada akhirnya, shariahpreneurship bukan sekadar tentang membangun bisnis, melainkan tentang menciptakan nilai, menghadirkan manfaat, dan menggerakkan peradaban. Semangat inilah yang diharapkan tumbuh di kalangan mahasiswa Magister Ekonomi Syariah INAIS sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.[]









