El Nino Masih Sangat Kuat Meski Sudah Mulai Turun Hujan, Berikut Himbauan BMKG

Bisyral

- Redaksi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta- Hujan mulai turun di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kondisi kering masih dominan memasuki periode Oktober 2026.

El Nino dengan intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif masih membatasi suplai uap air di Indonesia.

BMKG memperkirakan sekitar 79,65 persen wilayah Indonesia masih mengalami kondisi dengan curah hujan rendah. Hari tanpa hujan (HTH) panjang hingga ekstrem panjang juga masih terjadi di sejumlah wilayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, tercatat 1.474 titik yang masuk kategori HTH ekstrem panjang. Kondisi tersebut menunjukkan risiko kekeringan dan dampak ikutannya masih perlu diwaspadai meski hujan sudah mulai muncul di sejumlah daerah.

Kondisi kering juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BMKG mencatat masih terdapat ratusan titik panas di sejumlah wilayah Indonesia.

Sebanyak 159 titik panas terdeteksi di Sumatera, 193 titik di Kalimantan, serta 322 titik di wilayah Papua dan Maluku.

Baca Juga:  Skor Integritas Pendidikan 2026 Naik Jadi 73,30, Masuk Kategori Adaptif

Dengan kondisi tersebut, risiko karhutla masih perlu menjadi perhatian, terutama di wilayah yang masih mengalami hari tanpa hujan panjang dan kondisi udara kering.

Di sisi lain, BMKG menekankan kondisi kering bukan berarti seluruh wilayah Indonesia terbebas dari hujan deras. Hujan lebat hingga sangat lebat masih dapat terjadi secara lokal.

Hujan dengan intensitas hingga 102 mm per hari tercatat di Papua Tengah. Di wilayah Jabodetabek, hujan lebat mencapai 96,1 mm per hari di Kabupaten Bogor.

BMKG menjelaskan hujan lokal tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer regional dan lokal yang dapat meningkatkan suplai uap air.

“Kondisi ini menunjukkan adanya kontras cuaca antarwilayah. Sebagian wilayah masih menghadapi kondisi kering dan risiko karhutla, sementara wilayah lainnya dapat mengalami hujan lebat dalam waktu singkat,” demikian peringatan BMKG dalam keterangan resminya, Jumat (2/10/2026).

Baca Juga:  Lima Sila sebagai Lima Luka

BMKG memperkirakan kondisi kering masih akan dominan dalam sepekan ke depan. Namun, potensi hujan lebat secara lokal tetap ada.

El Nino yang masih sangat kuat serta IOD positif menjadi faktor yang membatasi suplai uap air. Di sisi lain, sejumlah gelombang atmosfer aktif dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah.

Gelombang Rossby ekuatorial dan gelombang Kelvin berpotensi mendukung pembentukan awan hujan di sebagian Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara.

Sementara itu, monsun Australia diperkirakan semakin menguat. Penguatan monsun Australia dan aliran timuran di wilayah Indonesia bagian selatan cenderung membatasi suplai uap air sehingga menekan potensi hujan.

Meski demikian, hujan lokal tetap berpotensi terjadi. Suhu muka laut yang relatif hangat, konvergensi atau perlambatan angin, serta belokan angin dapat memicu hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang secara lokal.

Baca Juga:  Monumen Cinta Bernama Nurul Izzah

Waspadai Panas hingga Cuaca Buruk

BMKG mengimbau masyarakat tetap mengantisipasi cuaca panas dan udara kering. Masyarakat dianjurkan menggunakan tabir surya untuk mengurangi paparan sinar matahari serta memastikan kecukupan cairan tubuh, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Risiko dehidrasi dan kelelahan juga perlu diwaspadai selama periode cuaca panas.

Di sisi lain, masyarakat diminta tetap waspada terhadap cuaca buruk yang dapat terjadi secara lokal. Hujan ringan hingga sedang yang disertai kilat atau petir dan angin kencang masih mungkin terjadi di sejumlah wilayah.

Saat cuaca buruk, masyarakat diminta mewaspadai potensi pohon dan dahan tumbang, baliho roboh, genangan, hingga sambaran petir.

Hindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan yang rapuh ketika hujan disertai angin kencang atau petir.

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB