Binanews.id | Manchester— Michael Carrick tidak banyak bicara setelah kemenangan dramatis 3-2 atas Liverpool. Tapi kalimat-kalimatnya padat.
Ditanya apakah sudah waktunya menjadi pelatih tetap Manchester United, Carrick menjawab tanpa basa-basi: “Yeah, mungkin. Yang paling penting buat saya adalah mencoba memaksimalkan potensi pemain, memberi mereka kesempatan untuk tampil dan melakukan yang terbaik. Melihat Old Trafford hidup dan bergemuruh di akhir pertandingan itu adalah kebahagiaan yang nyata,” ungkapnya, Minggu (3/6)
Soal babak kedua yang nyaris berbalik, Carrick tidak menutup-nutupi kesalahan timnya: “Game berubah cepat setelah babak pertama. Ada beberapa kesalahan. Amad dan Senne sudah banyak berkontribusi untuk membawa kami ke posisi ini, tapi kesalahan itu bagian dari sepak bola.”
Ia juga memuji reaksi para suporter di momen paling kritis: “Setelah Liverpool menyamakan, mudah bagi penonton untuk frustrasi. Tapi spirit dan kebersamaan tim itu paling terlihat justru di momen yang berat.”
Kobbie Mainoo, sang pencetak gol penentu, bicara dengan rasa syukur yang tulus setelah laga: “Saya tidak terlalu sering mencetak gol musim ini. Tapi saya senang bisa mencetak di pertandingan seperti ini. Saya dulu memimpikan momen seperti ini. Versi muda saya pasti sudah setengah gila senangnya.”
Tentang hubungannya dengan Carrick, Mainoo tidak menahan kata-kata: “Kepercayaan yang dia berikan, bukan hanya ke saya tapi ke semua pemain. Kamu jadi ingin berjuang untuknya, ingin mati-matian di lapangan. Dan itulah yang kami tunjukkan hari ini.”
Mainoo menandatangani kontrak baru berdurasi 5 tahun pada 30 April, tiga hari sebelum laga ini. Pemain kelahiran Stockport itu sempat nyaris hengkang dari United saat Ruben Amorim masih melatih, sebelum Carrick datang dan menjadikannya starter di 13 dari 14 pertandingan.[]









