BPI GTK, Beasiswa untuk Tingkatkan Kompetensi Guru Dan Calon Guru

Bisyral

- Redaksi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia untuk guru dan calon guru ( BPI GTK) tahun 2026 telah dibuka. Pendaftaran dimulai sejak 7 Agustus lalu dan ditutup pada 15 Agustus 2026 mendatang.

BPI GTK menyasar guru dan calon guru untuk jenjang pendidikan D4 dan S1. Program pemenuhan kualifikasi D4/S1 bagi guru dan calon guru ini merupakan wujud implementasi dari Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada penguatan pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan.

Untuk BPI GTK dengan sasaran guru, yang bisa mendaftar adalah guru yang belum memenuhi kualifikasi D4 atau S1, tapi sudah mengajar dan terdata di Dapodik minimal 3 tahun. Selain itu, guru yang bersangkutan telah dinyatakan lolos asesmen penilaian Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dari LPTK dan program studi yang terakreditasi minimal B.

Baca Juga:  KIP-K Terbatas, Mendikti Puji Semangat Kampus Beri Beasiswa Mandiri

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program studi yang bisa dipilih guru pendaftar harus sesuai dengan mata pelajaran/jurusan yang diampunya. Pendaftar juga harus berkomitmen secara tertulis untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) setelah lulus.

“Program ini untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru yang menurut data dari Direktorat Jenderal GTK, masih ada sekitar 200 ribu guru yang belum mencapai kualifikasi D4 dan S1, “ ujar Yuni Kartika, pengelola BPI GTK saat Siaran Langsung di Instagram, Selasa, 11 Agustus 2026 kemarin.

Untuk beasiswa bagi guru ini, masa pemberian beasiswanya selama 2 tahun atau 4 semester. Menurut Yuni, karena guru tersebut sudah berpengalaman sebagai guru minimal 3 tahun dan mengikuti Program RPL, maka perkuliahan selama 4 semester itu sudah memadai.

Baca Juga:  Aksi Teror Bom SDN Srengseng Sawah Dipicu Kecewa soal Seragam

“Untuk guru dengan program RPL ini, perkuliahan dilakukan secara hybrid antara online dan offline sehingga selama perkuliahan, mereka masih bisa tetap mengajar dengan tentunya penyesuaian waktu yang dikoordinasikan dengan pihak sekolah, “Ucap Tika.

Beasiswa untuk calon guru

BPI GTK juga menyasar calon guru, yakni mahasiswa baru tahun perkuliahan 2026 yang memiliki minat menjadi guru. Mahasiswa tersebut harus berada di Program Studi yang sudah ditetapkan, yakni pendidikan guru PAUD, pendidikan guru SD, pendidikan guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, guru di pendidikan luar biasa, pendidikan guru Bimbingan Konseling, dan pendidikan guru mata pelajaran kejuruan di SMK. Mahasiswa tersebut berkuliah LPTK dan program studi yang terakreditasi minimal B.

Baca Juga:  Tarif Transjabodetabek Naik, Tak Lagi Flat Rp3.500

“Penetapan hanya pada guru-guru tersebut dilatarbelakangi oleh data di Dirjen GTK, masih ada gap atau kekurangan formasi guru-guru tersebut di seluruh Indonesia, “kata Tika.

Sama halnya dengan pendaftar guru, calon guru yang tertarik mengikuti BPI GTK juga harus punya komitmen tertulis untuk bersedia mengikuti PPG setelah menyelesaikan studi.

Dalam Siaran Langsung yang dimoderatori oleh Berlian Putri Syahda dari Direktorat PPG itu, Tika mengingatkan guru dan calon guru untuk hanya memperoleh informasi terkait beasiswa tersebut dari kanal resmi, yakni di beasiswa.kemendikasmen.go.id.

“Waspadai adanya kanal-kanal yang tidak bertanggung jawab, kanal resmi hanya yang berdomain go.id dan tidak ada pungutan biaya apapun dalam pendaftaran ini”, tegasnya.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB