Bogor Wujudkan Budaya Bersih di Setiap Sudut Kota

Prabu

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026 - 20:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor — Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mendorong masyarakat menjadikan kebersihan sebagai bagian dari budaya dan pembangunan karakter untuk mewujudkan Kota Bogor yang religius, maju, dan beradab.

Hal itu disampaikan Dedie saat membuka Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kota Bogor 2026 di Aula Gedung PPIB Bogor, Selasa (22/9/2026).

Menurut Dedie, pembangunan Kota Bogor tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur. Pembangunan manusia juga perlu mendapat perhatian, mengingat masih terdapat berbagai persoalan seperti kemiskinan, putus sekolah, kesehatan, sampah, hingga kenakalan remaja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau kita bicara Key Performance Indicator (KPI), setting goals kita adalah Kota Bogor yang religius, maju, dan berkeadaban,” ujar Dedie.

Ia mengatakan, meski pelaksanaan MTQ tingkat Kota Bogor ke-45 telah selesai, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama.

Baca Juga:  Menggurui Guru

Salah satunya persoalan lingkungan. Dedie menilai kebersihan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter masyarakat.

Ia menyebut kegiatan gotong royong membersihkan sungai, permukiman, sekolah, pesantren, dan sejumlah titik lainnya terus dilakukan.

“Kita hampir setiap minggu mengadakan korve kebersihan, mulai dari sungai, permukiman, sekolah, pesantren, dan berbagai titik lainnya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedie juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah di Kota Bogor.

Ia menyampaikan bahwa Pemkot Bogor telah menyiapkan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai bagian dari penanganan sampah di hilir.

Baca Juga:  Polri Temukan Brankas Berisi Emas 74 Kg dan Valas Rp476 Miliar di Sentul

Namun, menurutnya, sampah yang masuk ke fasilitas tersebut seharusnya merupakan sampah residu yang sudah tidak memiliki nilai ekonomis.

“Alhamdulillah Pemkot Bogor sudah memiliki hilirnya melalui waste to energy plan, mengolah sampah menjadi energi listrik. Tetapi yang diterima PSEL adalah sampah yang tidak memiliki nilai ekonomis,” ujar Dedie.

Karena itu, ia mendorong pengelolaan sampah dilakukan sejak dari sumbernya. Pesantren, perkantoran, sekolah, hingga rumah tangga dinilai perlu memiliki kesadaran untuk menyelesaikan pengelolaan sampah di lingkungannya masing-masing.

“Harapannya sampah selesai di pesantren, sampah selesai di kantor, sampah selesai di sekolah, dan seterusnya. Yang masuk ke PSEL hanya sisa atau residu,” katanya.

Menurut Dedie, pengelolaan sampah dari sumber juga berkaitan dengan upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

Baca Juga:  Apakah Benar Ganjil Genap Masih Berlaku di Jalan Tol Jakarta?

Ia kemudian mengaitkan kepedulian terhadap kebersihan dengan nilai keagamaan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Bogor.

“Kebersihan sebagian dari iman. Tetapi tantangan kita masih luar biasa. Sungai masih kotor, lingkungan masih belum sepenuhnya bersih,” ungkapnya.

Dedie menilai nilai-nilai agama perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk melalui kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

“Bagaimana kita menjadikan Alquran sebagai pedoman kalau nilai-nilai yang diajarkan belum kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Ia menegaskan, upaya membangun Kota Bogor yang religius, maju, dan beradab tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk membangun manusia Kota Bogor,” pungkas Dedie.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara
Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik
Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing
Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor
Pemkab Bogor Perkuat Peran Bunda PAUD Tingkatkan Akses Pendidikan Anak
Waste Station Rekosistem, Perkuat Ekosistem Persampahan dari Hulu Ke Hilir

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB