Binanews.id | Bogor – Susu kental manis (SKM) cukup mudah ditemukan dalam menu sehari-hari. Teksturnya yang kental dan creamy membuat produk ini kerap digunakan sebagai pelengkap berbagai makanan dan minuman, mulai dari roti, martabak, hingga campuran kopi dan teh.
Meski sering digunakan sebagai penambah cita rasa, masyarakat perlu memperhatikan takaran konsumsi SKM, terutama karena produk ini mengandung gula dalam jumlah yang cukup tinggi.
Salah satu cara mengetahui kandungan gula dan zat gizi lainnya adalah dengan membaca Informasi Nilai Gizi yang tertera pada kemasan produk.
Lantas, berapa porsi SKM yang dapat dikonsumsi dalam sehari?
SKM Bukan Pengganti Susu Cair
Dalam Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 34 Tahun 2019 tentang Kategori Pangan, susu kental manis didefinisikan sebagai produk susu berbentuk cairan kental yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan gula atau susu rekonstitusi dan gula hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu.
Karakteristik tersebut membuat penggunaan SKM berbeda dengan susu cair yang biasa diminum langsung.
Selain itu, Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2021 mengatur bahwa susu kental manis tidak boleh digambarkan sebagai hidangan tunggal berupa minuman susu maupun sebagai satu-satunya sumber gizi.
Oleh karena itu, SKM lebih tepat digunakan sebagai pelengkap makanan dan minuman, seperti topping roti, pancake, martabak, makanan penutup, serta campuran kopi dan teh.
Berapa Kandungan Gula dalam Satu Porsi SKM?
Kandungan gizi SKM dapat diketahui melalui Informasi Nilai Gizi pada kemasan. Sebagai contoh, salah satu produk SKM mencantumkan takaran saji 30 gram atau sekitar tiga sendok makan.
Dalam satu takaran saji tersebut, kandungan gizinya meliputi:
Energi: 100 kkal
Lemak total: 2,5 gram
Protein: 2 gram
Karbohidrat total: 18 gram
Gula: 17 gram
Sukrosa: 14 gram
Produk tersebut juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral, antara lain vitamin A, D3, E, B1, B2, B3, B6, B12, dan C, serta kalsium, fosfor, selenium, mangan, iodium, dan kalium.
Kandungan zat gizi tersebut dapat berbeda-beda, bergantung pada merek dan formulasi produk. Karena itu, konsumen disarankan memeriksa label gizi pada kemasan yang digunakan.
Dua Porsi SKM Mengandung 34 Gram Gula
Berdasarkan contoh informasi nilai gizi tersebut, satu porsi SKM sebanyak 30 gram mengandung 17 gram gula.
Jika mengonsumsi dua porsi dalam sehari atau sekitar 60 gram, jumlah gula yang diperoleh mencapai 34 gram.
Sebagai perbandingan, Kementerian Kesehatan menganjurkan konsumsi gula maksimal 50 gram per orang per hari atau setara dengan empat sendok makan.
Dengan demikian, dua porsi SKM dengan kandungan gula 34 gram sudah menyumbang sebagian besar batas konsumsi gula harian yang dianjurkan.
Namun, perlu diperhatikan bahwa batas tersebut mencakup gula dari berbagai sumber makanan dan minuman, bukan hanya SKM. Gula dari teh manis, kopi, minuman kemasan, kue, serta makanan lainnya juga perlu diperhitungkan.
Artinya, dua porsi SKM tidak dapat dijadikan patokan konsumsi harian yang berlaku untuk semua orang. Jumlah yang sesuai perlu mempertimbangkan asupan gula dari keseluruhan makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Perhatikan Takaran Saat Mengonsumsi SKM
Untuk membantu mengontrol konsumsi, masyarakat dapat mengukur SKM menggunakan sendok atau alat takar yang sesuai dengan informasi pada kemasan.
Cara ini dapat membantu memperkirakan jumlah SKM yang digunakan sebagai topping maupun campuran makanan dan minuman.
Selain memperhatikan takaran, masyarakat juga perlu membiasakan diri membaca label gizi sebelum membeli produk. Informasi tersebut membantu konsumen mengetahui kandungan gula, energi, lemak, protein, serta zat gizi lainnya dalam setiap sajian.
Pada akhirnya, penggunaan SKM sebagai pelengkap makanan dan minuman perlu disertai perhatian terhadap asupan gula harian. Dengan memahami kandungan gizi dan mengontrol porsinya, masyarakat dapat mengatur konsumsi gula secara lebih bijak sesuai kebutuhan masing-masing.









