3.420 Paper dari 21 Negara Ramaikan AICIS+ 2026, Integrasi Keislaman dan Sains Jadi Fokus

Tim Redaksi

- Redaksi

Jumat, 11 September 2026 - 07:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binenews.id | Jakarta–Antusiasme akademisi terhadap The 25th Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) 2026 melampaui target. Hingga penutupan pengumpulan abstrak pada 9 September 2026, panitia menerima 3.420 abstrak dari 21 negara dan 607 lembaga, melampaui target awal sebanyak 2.500 paper.

Jumlah abstrak yang masuk juga meningkat 40,51% dibandingkan AICIS+ 2025. AICIS+ 2026 akan berlangsung pada 17–20 November 2026 di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno mengatakan, tingginya jumlah abstrak perlu diikuti dengan penguatan kualitas substansi. Salah satu indikator utama AICIS+ adalah hadirnya integrasi antara kajian keislaman dengan berbagai disiplin ilmu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indikator utama dari AICIS+ adalah terwujudnya konsep integrasi. Artinya, baik dari sumber maupun para asesor, semua materi yang diinvestasikan harus menggambarkan kajian yang tidak hanya Islamic Studies semata, tetapi juga integrasi dengan kajian berbasis natural sciences,” ujar Amien saat Rapat Koordinasi Persiapan AICIS+ 2026, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga:  IAIN Jadi UIN, Jangan Ubah Identitas Perguruan Tinggi Keagamaan

Karena itu, artikel yang masuk perlu dipetakan secara tematik untuk melihat perkembangan corak riset yang dihasilkan para akademisi. Pemetaan dapat mencakup kajian pure Islamic Studies, applied research, serta penelitian yang mengintegrasikan kajian keislaman dengan disiplin ilmu lainnya.

“Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa PTKI kita sudah berwajah integrasi, yang mempertemukan kajian keislaman, lingkungan sosial, hingga natural sciences yang diekspresikan dalam forum AICIS+,” jelasnya.

Expo Tonjolkan Produk Riset, Bukan Institusi

Penguatan integrasi keilmuan juga akan tercermin dalam penyelenggaraan expo AICIS+ 2026. Amien menekankan, expo tidak diarahkan sekadar menjadi ruang untuk menampilkan profil lembaga, tetapi menjadi etalase produk inovasi dan hasil penelitian yang memiliki manfaat nyata.

Produk yang ditampilkan dapat berasal dari PTKI maupun lembaga di luar PTKI. Bentuknya pun dapat beragam, mulai dari inovasi bahan ajar hingga hasil riset terapan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Untuk expo, yang ditampilkan bukan nama lembaganya, melainkan produknya. Produk tersebut bisa berupa inovasi bahan ajar atau hasil riset dari lembaga mana pun, baik PTKI maupun luar PTKI,” kata Amien.

Baca Juga:  Guru Besar IPB University, Euis Sunarti Kembangkan Inovasi Sosial Kampung Ramah Keluarga

Panitia juga tengah mematangkan ruang bagi riset-riset terapan yang menjawab persoalan masyarakat. Beberapa bidang yang didorong antara lain teknologi modifikasi cuaca, mitigasi bencana geologi dan gempa, mitigasi perubahan iklim, hingga riset untuk menjawab persoalan sosial.

Pendekatan tersebut diharapkan memperluas wajah riset yang hadir dalam AICIS+, sehingga forum akademik ini tidak hanya mendiskusikan kajian keislaman secara teoretis, tetapi juga mempertemukannya dengan penelitian terapan dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Buka Ruang bagi Dosen PAI hingga Siswa Madrasah

AICIS+ 2026 juga disiapkan menjadi ruang akademik yang melibatkan lebih banyak kelompok. Kepala Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas) Ditjen Pendidikan Islam, Nur Kafid, mengatakan panitia menyiapkan panel khusus bagi dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Perguruan Tinggi Umum (PTU).

Panel tersebut dirancang untuk mewadahi sekitar 17 dosen PAI dari PTU dalam mendiskusikan berbagai isu dan kebijakan terkait Pendidikan Agama Islam.

“Panel khusus FAI/PTU disiapkan untuk mewadahi sekitar 17 dosen PAI dari perguruan tinggi umum untuk mendiskusikan kebijakan PAI,” ujar Nur Kafid.

Baca Juga:  Bukan Karena Malas, Kepala Perpusnas Ungkap Penyebab Minat Baca Indonesia

Ruang partisipasi juga disiapkan bagi siswa madrasah. Panitia akan memberikan afirmasi kepada siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) maupun madrasah lainnya agar dapat terlibat dalam rangkaian AICIS+ 2026.

Selain melalui panel, karya dan inovasi dari ekosistem pendidikan Islam akan mendapat ruang melalui side event dan expo. Area khusus direncanakan untuk menampilkan produk inovasi madrasah serta karya seni dan budaya pesantren, termasuk karya-karya yang merepresentasikan kekayaan tradisi lokal.

Menurut Nur Kafid, keterlibatan madrasah dan pesantren tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ruang AICIS+ agar tidak hanya mempertemukan akademisi perguruan tinggi, tetapi juga menghadirkan gagasan dan inovasi dari ekosistem pendidikan Islam yang lebih luas.

Dengan jumlah abstrak yang melampaui target, tahap berikutnya akan berfokus pada proses seleksi dan pemetaan substansi artikel serta pematangan panel, expo, dan rangkaian pendukung lainnya. AICIS+ 2026 diarahkan menjadi ruang untuk memperlihatkan perkembangan kajian Islam yang semakin terbuka terhadap integrasi keilmuan sekaligus menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan persoalan masyarakat.[]

 

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor Dapat Bantuan Revitalisasi dari Presiden Prabowo
Guru Besar IPB University, Euis Sunarti Kembangkan Inovasi Sosial Kampung Ramah Keluarga
Bukan Karena Malas, Kepala Perpusnas Ungkap Penyebab Minat Baca Indonesia
Mahasiswa KKM IUQI Bogor Dorong Desa Cicadas Kelola Sampah dan Berkebun Mandiri
IAIN Jadi UIN, Jangan Ubah Identitas Perguruan Tinggi Keagamaan

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:53 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor Dapat Bantuan Revitalisasi dari Presiden Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Guru Besar IPB University, Euis Sunarti Kembangkan Inovasi Sosial Kampung Ramah Keluarga

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Bukan Karena Malas, Kepala Perpusnas Ungkap Penyebab Minat Baca Indonesia

Jumat, 18 September 2026 - 05:46 WIB

Mahasiswa KKM IUQI Bogor Dorong Desa Cicadas Kelola Sampah dan Berkebun Mandiri

Jumat, 11 September 2026 - 07:30 WIB

3.420 Paper dari 21 Negara Ramaikan AICIS+ 2026, Integrasi Keislaman dan Sains Jadi Fokus

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB