Bukan Karena Malas, Kepala Perpusnas Ungkap Penyebab Minat Baca Indonesia

Bisyral

- Redaksi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta- Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) E Aminudin Aziz menyebut persoalan literasi di Indonesia perlu dilihat secara utuh. Menurutnya, akar persoalan literasi bukan hanya rendahnya minat baca.

Aminudin mengatakan, persoalan yang justru perlu mendapat perhatian adalah keterbatasan sumber bacaan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan masyarakat.

“Yang rendah itu bukan minat bacanya, tetapi ketiadaan sumber-sumber bacaan yang sesuai dengan minat baca orang itu,” ungkapnya dalam Seminar Sinergi Bersama: Menguatkan Peran Perpustakaan dan Penerbit sebagai Motor Literasi Nasional.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Siapkan 80 Ribu Beasiswa Siswa Sekolah Swasta

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan keterbatasan akses terhadap buku-buku yang sesuai dengan kebutuhan pembaca juga merupakan persoalan pengembangan budaya membaca di Indonesia. Minat baca tidak bisa seketika tumbuh jika bahan bacaan yang sesuai tidak tersedia.

Kepala Perpusnas menekankan, masyarakat pada dasarnya punya keinginan untuk membaca. Akan tetapi, keinginan tersebut tidak selalu didukung ketersediaan bacaan yang sesuai minat.

General Manager Foreword Library Olive Hateem turut menyampaikan, perpustakaan punya peran penting dalam mempertemukan buku dengan pembaca.

Baca Juga:  3.420 Paper dari 21 Negara Ramaikan AICIS+ 2026, Integrasi Keislaman dan Sains Jadi Fokus

Ia menilai, penerbit bisa memiliki banyak buku berkualitas, tetapi belum tentu bertemu dengan pembaca yang tepat.

“Bagaimana caranya minat bacanya mau tinggi kalau aksesnya masih kurang, kalau ada akses yang berkualitas, mungkin minat bacanya bisa naik. Jadi saya rasa sekarang adalah saat yang tepat untuk mengembalikan perpustakaan menjadi sesuatu yang bisa didatangi,” jelasnya.

Di samping itu, Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Arys Hilman Nugraha menggarisbawahi pentingnya mengubah orientasi pengadaan buku agar mengarah ke penyediaan buku yang berkualitas, menarik, dan sesuai minat masyarakat.

Baca Juga:  Guru Besar IPB University, Euis Sunarti Kembangkan Inovasi Sosial Kampung Ramah Keluarga

Ia mengatakan, banyaknya buku tidak akan berdampak optimal terhadap budaya baca jika koleksi yang ada tidak sesuai kebutuhan pembaca.

Sehingga, membangun budaya membaca membutuhkan ketersediaan buku, relevansi koleksi, akses, pengelolaan, juga pendampingan.

Dibutuhkan kerja sama antara Perpusnas, penerbit, perpustakaan, komunitas literasi, juga masyarakat agar buku yang tersedia benar-benar sampai ke pembaca.

“Kita membangun ekosistem ini bersama-sama,” ujarnya.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Guru Besar IPB University, Euis Sunarti Kembangkan Inovasi Sosial Kampung Ramah Keluarga
Mahasiswa KKM IUQI Bogor Dorong Desa Cicadas Kelola Sampah dan Berkebun Mandiri
3.420 Paper dari 21 Negara Ramaikan AICIS+ 2026, Integrasi Keislaman dan Sains Jadi Fokus
IAIN Jadi UIN, Jangan Ubah Identitas Perguruan Tinggi Keagamaan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Guru Besar IPB University, Euis Sunarti Kembangkan Inovasi Sosial Kampung Ramah Keluarga

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Bukan Karena Malas, Kepala Perpusnas Ungkap Penyebab Minat Baca Indonesia

Jumat, 18 September 2026 - 05:46 WIB

Mahasiswa KKM IUQI Bogor Dorong Desa Cicadas Kelola Sampah dan Berkebun Mandiri

Jumat, 11 September 2026 - 07:30 WIB

3.420 Paper dari 21 Negara Ramaikan AICIS+ 2026, Integrasi Keislaman dan Sains Jadi Fokus

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:52 WIB

IAIN Jadi UIN, Jangan Ubah Identitas Perguruan Tinggi Keagamaan

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB