Kemdiktisaintek Perkuat Pembelajaran Transformatif Hadapi Perubahan Pendidikan Tinggi

Tim Redaksi

- Redaksi

Jumat, 4 September 2026 - 13:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bandung–Berbagai perkembangan teknologi dan perubahan cara memperoleh pengetahuan, menjadi tantangan yang perlu dicermati oleh pendidikan tinggi. Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco saat memberikan keynote speech pada Focus Group Discussion (FGD) Kebijakan Strategis Pembelajaran Transformatif, Kamis (3/9).

Dalam konteks menuju Indonesia 2045, Sesjen Badri kemudian menyoroti pentingnya menyiapkan generasi yang mampu terus belajar, kreatif, dan mandiri. Gagasan tersebut menjadi salah satu bagian dari pembahasan mengenai arah pembelajaran transformatif dalam kaitannya dengan kebutuhan Indonesia menuju 100 tahun kemerdekaan.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi untuk melihat kembali pembelajaran yang selama ini berjalan, agar semakin sesuai dengan perubahan zaman dan kebutuhan masa depan. Kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya perguruan tinggi untuk terus memperhatikan relevansi pembelajaran dengan kebutuhan yang terus berkembang.

Baca Juga:  Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Sesjen Badri, perubahan yang dihadapi pendidikan tinggi tidak cukup dijawab dengan sekadar memperbaiki sistem yang sudah ada.

“Kalau reform hanya mengubah bentuk saja. Indonesia 2045 itu, reform is to put into a new and improve form or condition. Kalau transform to change greatly the appearance of form,” ujar Sesjen Badri.

Sesjen Badri mengatakan kebutuhan untuk melihat kembali arah pendidikan tinggi semakin penting seiring perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi. Selain itu juga disoroti  perlunya perguruan tinggi memahami perkembangan kebutuhan pada berbagai bidang, termasuk melalui pemetaan antara ketersediaan lulusan dan kebutuhan yang berkembang. Langkah tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menjaga relevansi pendidikan tinggi dengan dinamika masyarakat dan dunia kerja.

Baca Juga:  Belasan Anjing Pemburu Lepas di Jasinga, Polisi Terjunkan Tim K9 Lakukan Pencarian

Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) juga menjadi salah satu hal yang disoroti dalam pembahasan. Pembahasan mengenai pembelajaran transformatif dilakukan melalui FGD yang melibatkan berbagai unsur, antara lain pimpinan perguruan tinggi, akademisi, dosen, mahasiswa, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya. Forum tersebut menjadi ruang untuk memperluas perspektif dan menghimpun pandangan mengenai pengertian pembelajaran transformatif serta tahapan yang diperlukan untuk mengembangkannya menuju 2045.

Baca Juga:  Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bogor Dukung Pemerintahan yang Bersih

Ketua Dewan Pendidikan Tinggi (DPT), Basarudin mengatakan DPT sebagai mitra Kementerian turut mendalami pembahasan pembelajaran transformatif melalui forum tersebut. Hasil diskusi diharapkan menghasilkan simpulan atau ikhtisar yang dapat dirumuskan menjadi policy brief berisi sejumlah key statements terkait pembelajaran transformatif, sebagai masukan bagi Kementerian dalam pengembangan strategi dan implementasi pembelajaran di pendidikan tinggi Indonesia.

FGD Kebijakan Strategis Pembelajaran Transformatif menjadi salah satu ruang untuk memperkaya pembahasan melalui pertukaran gagasan dan pengalaman dari berbagai unsur pendidikan tinggi. Masukan yang dihimpun dalam forum tersebut selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan dalam pengembangan pembelajaran yang semakin relevan dengan tantangan masa depan.[]

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB