Binanews.id | Papua – Proses penjaringan calon Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua periode 2026–2030 menjadi momentum bagi para bakal calon untuk menyampaikan arah pengembangan perguruan tinggi yang akan dipimpinnya. Salah satu bakal calon, Dr. H. Faisal, M.H.I., memaparkan tujuh program prioritas yang berorientasi pada peningkatan mutu akademik, penguatan sumber daya manusia, serta transformasi kelembagaan.
Program tersebut disusun sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat peran IAIN Fattahul Muluk Papua sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam yang mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi, perkembangan teknologi, hingga kebutuhan masyarakat Papua.
Mendorong Akreditasi Unggul (Tahun 2026)
Prioritas pertama adalah mempercepat pencapaian akreditasi unggul bagi program studi maupun institusi. Akreditasi menjadi salah satu indikator utama kualitas perguruan tinggi karena mencerminkan mutu tata kelola, proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan meningkatnya status akreditasi, daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional diharapkan semakin kuat.
Memperkuat Kualitas Dosen (Tahun 2026)
Program kedua berfokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui peningkatan jumlah dosen bergelar doktor dan guru besar.
Penguatan kualitas tenaga pendidik dinilai menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas kapasitas riset, serta memperkuat reputasi akademik kampus.
Di lingkungan perguruan tinggi, keberadaan dosen dengan kualifikasi akademik tinggi juga menjadi salah satu syarat penting dalam pengembangan institusi.
Mengembangkan Riset Islam Papua dan Indo-Pasifik (Tahun 2027)
Sebagai perguruan tinggi Islam yang berada di kawasan timur Indonesia, IAIN Fattahul Muluk Papua memiliki peluang besar menjadi pusat kajian Islam yang memiliki karakter khas.
Karena itu, Dr. Faisal menempatkan pengembangan Pusat Riset Unggulan Islam Papua dan Indo-Pasifik sebagai salah satu program prioritas.
Keberadaan pusat riset tersebut diharapkan mampu menghasilkan kajian ilmiah yang relevan dengan dinamika sosial, budaya, dan keagamaan di Papua sekaligus memperkuat kontribusi akademik Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.
Transformasi Digital Menuju Smart Campus (Tahun 2028)
Perkembangan teknologi digital juga menjadi perhatian dalam program yang ditawarkan.
Transformasi menuju Smart Campus diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan akademik, administrasi, tata kelola, hingga pelayanan kepada mahasiswa melalui pemanfaatan teknologi informasi secara terintegrasi.
Konsep kampus cerdas tidak hanya berkaitan dengan digitalisasi administrasi, tetapi juga mendukung proses pembelajaran yang lebih fleksibel, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Memperkuat Moderasi Beragama (Tahun 2029)
Sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), IAIN Fattahul Muluk Papua memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama.
Karena itu, penguatan moderasi beragama ditempatkan sebagai identitas akademik kampus yang diharapkan mewarnai pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya membangun kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman agama, budaya, dan etnis yang menjadi karakter Papua.
Memperluas Jejaring Internasional (Tahun 2030)
Di bidang kerja sama, Dr. Faisal menempatkan internasionalisasi kampus sebagai agenda strategis.
Melalui kerja sama akademik global, IAIN Fattahul Muluk Papua diharapkan memiliki lebih banyak peluang dalam pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah internasional, hingga pengembangan kapasitas institusi.
Langkah tersebut juga dinilai penting untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat internasional.
Roadmap Menuju Universitas Islam Negeri (UIN) Fattahul Muluk (Tahun 2030)
Program ketujuh adalah penyusunan roadmap transformasi kelembagaan menuju universitas yang unggul.
Roadmap tersebut menjadi arah pengembangan jangka panjang agar transformasi kelembagaan dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan, mulai dari penguatan tata kelola, peningkatan kualitas akademik, hingga perluasan jejaring kerja sama.
Melalui tujuh prioritas tersebut, Dr. H. Faisal menempatkan peningkatan mutu pendidikan, penguatan riset, transformasi digital, dan pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam pengembangan IAIN Fattahul Muluk Papua. Gagasan tersebut akan menjadi bagian dari proses seleksi calon rektor yang masih berlangsung sesuai mekanisme yang ditetapkan Kementerian Agama.[]
Penulis : Fathurroji









