UIB Hadir, Akses Pendidikan di Jawa Barat Didorong Lebih Merata

Prabu

- Redaksi

Selasa, 21 April 2026 - 17:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor — Peresmian kampus baru Universitas Islam Bogor (UIB) mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi generasi muda di wilayah Bogor dan sekitarnya. Kehadiran kampus berbasis pesantren ini dinilai mampu menjawab tantangan rendahnya partisipasi pendidikan tinggi di daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Muftiah Yulismi, S.Psi., Analis Kebijakan Ahli Muda Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jawa Barat, saat diwawancarai di lingkungan UIB, Sabtu (11/4/2026).

“Atas nama Kepala Biro Kesra, kami mengapresiasi peluncuran Universitas Islam Bogor karena ini membuka aksesibilitas pendidikan bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Ia menyoroti bahwa posisi geografis Bogor Barat yang berbatasan dengan sejumlah wilayah lain menjadikan UIB berpotensi tidak hanya melayani masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor, tetapi juga daerah sekitarnya. Kehadiran kampus ini dinilai relevan dengan kondisi rata-rata lama sekolah (RLS) di Jawa Barat yang masih di bawah ekspektasi, serta Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK-PT) yang belum mencapai rata-rata nasional.

“Masih banyak anak-anak di Jawa Barat yang belum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ini menjadi perhatian bersama, baik pemerintah maupun institusi pendidikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Muftiah menilai akar pesantren yang dimiliki UIB menjadi nilai tambah dalam pembangunan karakter mahasiswa. Hal ini selaras dengan misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui konsep Panca Waluya, yakni cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.

“Nilai-nilai religius dari pesantren akan memperkuat pendidikan karakter. Ini bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan pribadi yang utuh,” jelasnya.

Dalam konteks pembangunan daerah, UIB diharapkan mampu berkontribusi melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial, mulai dari kemiskinan, stunting, hingga penyakit menular yang masih menjadi tantangan di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bogor.

“Perguruan tinggi tidak hanya mengejar jumlah mahasiswa, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pendampingan dan kolaborasi lintas sektor,” tegasnya.

Muftiah juga membuka peluang luas bagi kemitraan antara UIB dan pemerintah daerah. Salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah penyusunan nota kesepahaman (MoU) dengan Biro Kesra, yang kemudian diperluas hingga tingkat kabupaten/kota dan pemangku kepentingan lainnya.

Selain itu, ia mendorong pendekatan kolaboratif berbasis pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media. Potensi kerja sama melalui program CSR serta pemanfaatan dana keumatan seperti BAZNAS juga dinilai dapat memperkuat peran kampus dalam pembangunan.

“Sebagai institusi intelektual, perguruan tinggi harus membuka komunikasi yang tidak hanya akademis, tetapi juga praktis dan solutif,” katanya.

Dengan berbagai peluang tersebut, kehadiran UIB diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan baru, tetapi juga motor penggerak pembangunan sosial di Jawa Barat. Sinergi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.[pr]

Baca Juga:  Atasi 5.000 Anak Tak Sekolah, Disdik Kota Bogor Siapkan Beasiswa Gratis

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB