Seminar Mitigasi Bencana Bertema Keluarga Tanggap Bencana

Zenuri (Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam UIB)

Irwan Maulana

- Redaksi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor–Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 06 Cibunian menggelar Seminar Mitigasi Bencana bertema “Keluarga Tanggap Bencana” di Masjid Jami’ Mansyur Al-Arifi, RW 10, pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa KKM 06 Cibunian, warga RW 10, serta perangkat desa. Seminar ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan tempat tinggal.

Perwakilan perangkat desa, Bapak Dulloh, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kelompok KKM 06 Cibunian atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi mengenai mitigasi bencana, khususnya yang dimulai dari lingkungan keluarga, merupakan hal penting bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKM di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan manfaat melalui berbagai program kerja, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan seperti ini penting karena dapat memberikan pengetahuan dan manfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana,” ujarnya.

Baca Juga:  Istighosah Kelas IX dalam Rangka Menghadapi Ujian Madrasah

Seminar menghadirkan Nanang Juandin sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa bencana secara umum dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu bencana alam, nonalam, dan sosial.

Bencana alam dapat berupa gempa bumi dan banjir, sedangkan bencana nonalam dapat mencakup kekeringan maupun wabah penyakit. Sementara itu, berbagai persoalan sosial juga dapat menimbulkan dampak yang perlu diantisipasi oleh masyarakat.

Nanang menekankan bahwa Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang memiliki beragam potensi bencana. Oleh karena itu, kesiapsiagaan perlu dibangun mulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.

Salah satu hal penting yang harus dikendalikan ketika menghadapi bencana, menurutnya, adalah rasa panik. Kondisi tersebut dapat diminimalkan melalui peningkatan pengetahuan, latihan, serta kesiapan keluarga dalam menghadapi situasi darurat.

Ia menjelaskan bahwa keluarga tangguh bencana merupakan keluarga yang memiliki pengetahuan, kesadaran, kesiapan, dan kemampuan untuk mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi bencana.

Baca Juga:  Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Dalam penyampaian materi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali risiko bencana di lingkungan tempat tinggal, memperhatikan keamanan bangunan rumah, serta menyusun rencana kesiapsiagaan bersama anggota keluarga.

Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Keluarga diharapkan mampu menentukan langkah penyelamatan dan titik kumpul yang telah disepakati apabila terjadi keadaan darurat.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk memperhatikan berbagai potensi bahaya di dalam rumah, seperti tembok yang retak, kaca, lemari, dan benda-benda besar yang berpotensi jatuh ketika terjadi gempa atau bencana lainnya.

Nanang juga mengingatkan pentingnya menyiapkan tas siaga bencana yang dapat berisi dokumen penting, identitas diri, perlengkapan P3K, senter, serta kebutuhan dasar lainnya. Tas tersebut sebaiknya ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau agar dapat segera dibawa ketika terjadi keadaan darurat.

Baca Juga:  KKM 04 Desa Cibitung Wetan Gelar Seminar Pendidikan Kuatkan Budaya Literasi Generasi Muda

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama warga. Salah seorang peserta menanyakan langkah yang dapat dilakukan masyarakat apabila rumah berada di dekat selokan dan berpotensi terdampak banjir.

Melalui diskusi tersebut, masyarakat kembali diajak untuk mengenali kondisi lingkungan sekitar, melaporkan potensi kerusakan kepada pihak terkait, serta meningkatkan kesiapsiagaan keluarga sebagai langkah awal dalam menghadapi risiko bencana.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai jenis-jenis bencana, potensi risiko di lingkungan tempat tinggal, cara mengurangi bahaya di dalam rumah, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum dan ketika terjadi bencana.

Kelompok KKM 06 Cibunian berharap Seminar “Keluarga Tanggap Bencana” dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya kesiapsiagaan di tengah masyarakat. Dengan pengetahuan dan persiapan yang memadai, masyarakat diharapkan dapat menjadi lebih tanggap, tangkas, dan tangguh dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.[]

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB