Sambut Akademisi Malaysia, UIB Ummul Quro Bogor Perkuat Kolaborasi Pendidikan

Bisyral

- Redaksi

Senin, 1 Juni 2026 - 09:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Universitas Islam Bogor (UIB) Ummul Quro menerima kunjungan kehormatan dari akademisi asal Malaysia, Jeffry B. Abu Hassan, dalam sebuah kegiatan dialog interaktif yang berlangsung hangat dan penuh inspirasi.

Kehadiran akademisi yang dikenal aktif dalam dunia pendidikan tersebut disambut langsung oleh Rektor UIB Ummul Quro, Syamsul Rizal, bersama jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga pendidik, serta ratusan mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut

Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan akademik antara Indonesia dan Malaysia sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan mengenai pendidikan, kepemudaan, dan pengembangan sumber daya manusia di era global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Syamsul Rizal menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kunjungan yang dinilai mampu memperkuat hubungan baik antara dua negara serumpun yang memiliki kedekatan sejarah, budaya, dan agama.

Ia juga memaparkan perkembangan UIB Ummul Quro yang terus menunjukkan pertumbuhan positif, baik dari sisi jumlah mahasiswa maupun pengembangan kualitas pendidikan.

Saat ini, kampus tersebut telah menjadi tempat menimba ilmu bagi sekitar 1.500 mahasiswa dari berbagai daerah.

“Kami merasa sangat senang dan bahagia atas kedatangan saudara serumpun dari Malaysia. Semoga kehadiran ini semakin mempererat hubungan baik,” ujar Syamsul Rizal.

Baca Juga:  Mahasiswa KKM UIB Gelar Eco Adventure 2026 di Desa Karikhil

Pada kesempatan yang sama, Jeffry B. Abu Hassan menyampaikan berbagai pesan motivasi kepada para mahasiswa agar mampu memanfaatkan masa muda

sebagai periode terbaik untuk belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, generasi muda memiliki posisi yang sangat penting dalam menentukan arah masa depan bangsa dan umat.

Ia mengingatkan bahwa sejarah telah membuktikan bagaimana perubahan besar sering kali lahir dari tangan para pemuda yang memiliki visi, semangat, dan keteguhan dalam memperjuangkan nilai-nilai kebaikan.

Mengutip pemikiran tokoh pembaru Islam, Imam Hasan al-Banna, Jeffry menegaskan bahwa kekuatan suatu bangsa sesungguhnya terletak pada kualitas generasi mudanya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk meneladani perjuangan generasi muda pada masa Rasulullah SAW yang menjadi motor penggerak dalam menyebarkan dakwah dan membangun peradaban.

Selain membahas peran generasi muda, Jeffry turut memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang kesehatan, khususnya kebidanan.

Menurutnya, profesi bidan memiliki kontribusi yang sangat besar dalam membentuk kualitas generasi masa depan karena berhubungan langsung dengan proses kelahiran dan kesehatan ibu serta anak.

Baca Juga:  Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta akan Punya Gedung KH Nasaruddin Umar

Ia menegaskan bahwa profesi tersebut tidak sekadar pekerjaan, melainkan amanah besar yang memiliki dampak jangka panjang bagi pembangunan masyarakat.

“Kebidanan itu sangat penting. Di tangan kalianlah akan lahir generasi masa depan yang luar biasa. Ingatkan para ibu untuk mendidik anak-anak mereka menjadi generasi yang saleh dan salehah,” tutur Jeffry B. Abu Hassan.

Pesan tersebut mendapat perhatian besar dari para peserta yang hadir, terutama mahasiswa kesehatan yang

hadir, terutama mahasiswa kesehatan yang akan terjun langsung melayani masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan mereka.

Dalam sesi dialog, Jeffry juga mengajak seluruh peserta untuk mengenang eratnya hubungan historis antara Indonesia dan Malaysia yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Bertepatan dengan momentum bulan Dzulhijjah, ia mengingatkan pentingnya menjaga nilai persaudaraan, persatuan, dan kerja sama antarbangsa yang memiliki akar budaya dan agama yang sama.

Menurutnya, perkembangan pendidikan di Malaysia tidak dapat dilepaskan dari kontribusi para tenaga pendidik asal Indonesia yang pernah mengajar di negeri jiran pada era 1970-an hingga 1980-an.

Jeffry mengaku memiliki kenangan mendalam terhadap para guru Indonesia yang pernah membimbingnya semasa sekolah.

Baca Juga:  Football Coming Home dan Kutukan Harry Kane, Dua Cerita Menunggu Tamat di Amerika

“Dulu, banyak sekolah di Malaysia yang diajar oleh guru dan dosen dari Indonesia. Saya ingat betul salah satu pengajar kami, Bapak Simanjuntak. Beliau menjaga kami layaknya anak kandung sendiri. Atas dasar didikan itu pula, kini banyak mahasiswa kami yang bisa dikirim belajar ke berbagai belahan dunia seperti Amerika Serikat dan Jepang,” kenang Jeffry B. Abu Hassan.

Pernyataan tersebut disambut antusias para peserta yang melihat bagaimana hubungan pendidikan antara Indonesia dan Malaysia telah memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.

Menutup rangkaian kegiatan, Jeffry B. Abu Hassan menyampaikan rasa bahagianya dapat bertemu langsung dengan mahasiswa UIB Ummul Quro Bogor.

Ia berharap para mahasiswa mampu memanfaatkan kesempatan belajar yang dimiliki saat ini untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa, negara, dan umat.

Kunjungan akademik ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antara UIB Ummul Quro Bogor dan berbagai institusi pendidikan di Malaysia, baik dalam bidang penelitian, pertukaran mahasiswa, maupun pengembangan program akademik di masa mendatang.

 

 

 

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB