Pertamax vs Pertalite: Kenali Perbedaannya Agar Mesin Awet

Bisyral

- Redaksi

Senin, 15 Juni 2026 - 17:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Di Indonesia, dua jenis bahan bakar yang paling banyak digunakan adalah Pertalite dan Pertamax. Keduanya sama-sama dipasarkan untuk kendaraan bermotor, namun memiliki spesifikasi yang berbeda sehingga tidak selalu cocok digunakan pada semua jenis mesin.

Banyak pengendara hanya mempertimbangkan faktor harga saat memilih bahan bakar. Padahal, setiap kendaraan memiliki rekomendasi bahan bakar berdasarkan teknologi mesin dan rasio kompresi yang digunakan.

Mengabaikan rekomendasi tersebut berpotensi membuat performa kendaraan tidak optimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara umum, perbedaan paling mendasar antara Pertamax dan Pertalite terletak pada nilai oktan atau Research Octane Number (RON).

Angka ini menjadi indikator kemampuan bahan bakar dalam menahan tekanan tinggi sebelum terbakar di dalam ruang mesin.

1. Perbedaan Nilai Oktan (RON)

Pertalite memiliki nilai oktan atau Research Octane Number (RON) sebesar 90, yang merupakan standar untuk kendaraan kompresi rendah.

Bahan bakar ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian dengan harga yang lebih terjangkau.

Sementara itu, Pertamax memiliki nilai oktan RON 92 yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap tekanan suhu tinggi.

Baca Juga:  Uban Disebut Tanda Tubuh Melawan Kanker, Benarkah? Ini Penjelasan Dosen IPB

Stabilitas ini sangat dibutuhkan oleh mesin-mesin generasi terbaru agar proses pembakaran di ruang bakar tetap stabil.

Perbedaan angka oktan ini sangat memengaruhi bagaimana bensin meledak di dalam silinder mesin kendaraan Anda.

Semakin tinggi angka oktan, semakin sulit bensin tersebut terbakar secara spontan akibat tekanan piston yang tinggi.

Karena itu, kendaraan dengan rasio kompresi tinggi biasanya lebih direkomendasikan menggunakan Pertamax agar proses pembakaran berlangsung sesuai desain mesin.

2. Pengaruh terhadap Performa dan Tarikan Mesin

Kualitas pembakaran yang baik akan berdampak langsung pada performa kendaraan. Mesin yang mendapatkan bahan bakar sesuai spesifikasi akan bekerja lebih optimal dan menghasilkan tenaga yang maksimal.

Saat Anda menggunakan bahan bakar yang sesuai spesifikasi, performa mesin akan terasa jauh lebih responsif dan bertenaga.

Hal ini terjadi karena ledakan di dalam ruang bakar terjadi tepat pada waktu yang ditentukan busi.

Jika mesin modern dipaksa menggunakan oktan rendah, tenaga yang dihasilkan cenderung akan menurun atau terasa berat.

Fenomena ini sering disebut sebagai penurunan daya akibat sistem pengapian yang harus menyesuaikan diri secara otomatis.

Oleh karena itu, perbedaan Pertamax dan Pertalite sangat terasa pada tarikan awal kendaraan saat mulai melaju.

Baca Juga:  Angka Tidak Sekolah di Leuwiliang: Tantangan Pendidikan di Wilayah yang Luas

Pertamax memberikan dorongan tenaga yang lebih mulus dibandingkan Pertalite, terutama pada mesin dengan rasio kompresi tinggi.

Selain itu, penggunaan bahan bakar yang sesuai juga membantu menjaga kenyamanan berkendara, terutama saat melewati tanjakan atau melakukan akselerasi.

3. Efisiensi dan Konsumsi Bahan Bakar

Banyak pemilik kendaraan menganggap bahan bakar yang lebih murah otomatis lebih hemat. Namun dalam praktiknya, efisiensi tidak hanya ditentukan oleh harga per liter, melainkan juga kemampuan bahan bakar menghasilkan tenaga.

Banyak orang mengira Pertalite lebih hemat karena harganya murah, namun Pertamax bisa jadi lebih efisien secara teknis.

Pembakaran yang lebih sempurna pada Pertamax menghasilkan energi gerak yang lebih optimal dari setiap tetes bensinnya.

Dengan tenaga yang lebih besar, Anda tidak perlu menginjak pedal gas terlalu dalam untuk mencapai kecepatan tertentu. Hal inilah yang membuat jarak tempuh per liter pada bensin oktan tinggi seringkali lebih jauh.

Dalam jangka panjang, perbedaan Pertamax dan Pertalite juga terlihat dari bagaimana mesin menjaga efisiensi suhu kerjanya.

Pembakaran yang tidak sempurna pada oktan rendah seringkali membuat mesin lebih cepat panas dan boros energi.

Karena itu, biaya bahan bakar yang tampak lebih mahal di awal belum tentu membuat pengeluaran kendaraan menjadi lebih besar secara keseluruhan.

Baca Juga:  Strategi Dakwah Berkemajuan Majelis Tabligh Muhammadiyah Kabupaten Bogor

4. Kebersihan Mesin dan Perawatan Jangka Panjang

Selain performa dan efisiensi, faktor kebersihan komponen mesin juga menjadi salah satu alasan banyak pengguna kendaraan memilih bahan bakar beroktan lebih tinggi.

Pertamax dilengkapi dengan formula aditif khusus yang berfungsi sebagai pembersih kerak pada bagian dalam mesin.

Aditif ini menjaga injektor dan katup tetap bersih agar aliran bahan bakar selalu lancar tanpa hambatan.

Pertalite, meskipun aman digunakan, tidak memiliki kandungan aditif pembersih selengkap yang dimiliki oleh varian Pertamax.

Akibatnya, penggunaan Pertalite dalam waktu lama cenderung lebih cepat membentuk deposit karbon di ruang bakar.

Deposit karbon yang menumpuk dapat menyebabkan penurunan kompresi dan membuat suara mesin menjadi lebih kasar.

Biaya servis untuk membersihkan kerak mesin ini seringkali lebih mahal daripada selisih harga bensin harian Anda.

Dengan kondisi mesin yang lebih bersih, risiko gangguan pada sistem pembakaran juga dapat diminimalkan sehingga kendaraan tetap nyaman digunakan dalam jangka panjang.

Pemilihan bahan bakar idealnya disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan yang direkomendasikan pabrikan.

Jika kendaraan Anda membutuhkan bahan bakar dengan RON 92 atau lebih tinggi, maka Pertamax menjadi pilihan yang lebih tepat.

Sementara itu, kendaraan dengan rasio kompresi yang lebih rendah masih dapat menggunakan Pertalite sesuai kebutuhan.

Yang terpenting adalah memahami karakteristik masing-masing bahan bakar agar kendaraan tetap memiliki performa terbaik, efisien, dan terhindar dari masalah mesin di kemudian hari.

Berita Terkait

Berapa Batas Konsumsi SKM Sehari? Ini Hitungan Porsi yang Perlu Diketahui
Pangkas BB 32 Kg Cuma dengan Kentang Kukus? Ini Penjelasannya
Apakah Penggunaan AC Bisa Cegah Kematian Akibat Panas Ekstrem? Ini Kata Pakar
Pelihara Ayam di Tengah Musim Influenza A, Perlukah Waspada? Ini Pesan Kemenkes RI
Ngopi Tiap Hari, Apa Efeknya Pada Tekanan Darah?
Manusia Pernah Ngebor Bumi sedalam 12 Km, Ini yang Ditemukan
1.076 Anak Tidak Sekolah Terdeteksi di Kota Bogor, Ini yang Diungkap Data JAPATI
Daun Kelor Bermanfaat untuk Redakan Stres Korban Perundungan

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Berapa Batas Konsumsi SKM Sehari? Ini Hitungan Porsi yang Perlu Diketahui

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Pangkas BB 32 Kg Cuma dengan Kentang Kukus? Ini Penjelasannya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Apakah Penggunaan AC Bisa Cegah Kematian Akibat Panas Ekstrem? Ini Kata Pakar

Selasa, 29 September 2026 - 11:29 WIB

Pelihara Ayam di Tengah Musim Influenza A, Perlukah Waspada? Ini Pesan Kemenkes RI

Sabtu, 26 September 2026 - 17:36 WIB

Ngopi Tiap Hari, Apa Efeknya Pada Tekanan Darah?

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB