Binanews.id | Bogor- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor terus melakukan langkah strategis untuk menjadikan Museum Pajajaran di Batutulis sebagai salah satu destinasi wisata unggulan.
Upaya ini dilakukan melalui pembenahan fasilitas dan penambahan koleksi, hingga pengajuan anggaran lanjutan dari kementerian.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Firdaus, mengungkapkan dalam pertemuan bersama media Kamis 23 Juli 2026 di Museum Pajajaran Kota Bogor
Bahwasanya tujuan pengembangan Museum Pajajaran ini merupakan wujud komitmen dalam merawat sejarah cikal bakal Kerajaan Sunda di Indonesia.
Perjalanan panjang penataan museum ini dimulai dari renovasi cungkup Prasasti Batutulis, penyelenggaraan Pameran Jejak Batutulis bersama Kementerian Kebudayaan, hingga pembukaan ruang tata pamer yang kini telah mengoleksi sebanyak 103 benda bersejarah.
“Sebagai ikon Museum Pajajaran untuk masyarakat Bogor khususnya dan masyarakat Jawa Barat umumnya, ini sudah kewajiban kita untuk bagaimana museum ini bisa terlihat dan menjadi sarana edukasi bagi generasi masa depan,” ungkap Firdaus dalam kegiatan diskusi dengan media-media dibogor.
Ia merincikan untuk koleksi museum saat ini terus bertambah, mulai dari sumbangan kementerian dan Pemkot Bogor hingga kontribusi kolektor dan masyarakat.
“Terbaru, museum ini menerima koleksi dari maestro pelukis Basoeki berupa lukisan asli Bung Karno, lukisan Prabu Siliwangi, arca dari zaman Tarumanegara, golok besar, hingga tongkat asli Prabu Siliwangi yang akan ditempatkan khusus di Ruang Siliwangi,” Ucap Firdaus.
Total koleksi ada 103 koleksi, Kementerian budaya menyumbang 34 koleksi, dari Pemkot Bogor itu 19 koleksi, dari masyarakat itu ada 50 koleksi, yang sekarang totalnya sudah 103 kurang lebih.
Sementara untuk jangka menengah, pihaknya fokus melengkapi sarana prasarana agar memenuhi standar Museum Nasional dalam waktu dua tahun ke depan.
Kabar baiknya, upaya jemput bola yang dilakukan Disparbud Kota Bogor melalui pengiriman proposal ke Kementerian Kebudayaan telah membuahkan hasil.
Pemerintah pusat menyetujui anggaran sebesar Rp13,5 miliar yang rencananya mulai direalisasikan pada September atau Oktober mendatang untuk penataan interior lanjutan, renovasi pengamanan, pembangunan menara, hingga pemasangan pagar pengaman.
“Dari anggaran kementerian nanti kita akan prioritaskan yang utama adalah pembangunan menara dan pagar pengaman setinggi dua meter agar keamanannya benar-benar terjaga. Dengan tahapan awal interior ini bisa segera dimulai,” ungkapnya.
Editor : Fathurroji









