Mahasiswa KKNT INAIS Olah Jelantah Jadi Lilin

Prabu

- Redaksi

Minggu, 27 September 2026 - 06:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor mengajak masyarakat Desa Sukajaya memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, Jum’at (26/09/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari kegiatan KKNT INAIS Desa Sukajaya yang menggabungkan edukasi pengelolaan limbah rumah tangga dengan praktik pembuatan produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Jeni Melinda, peserta KKNT INAIS Desa Sukajaya, menjelaskan bahwa gagasan tersebut berangkat dari persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni limbah minyak jelantah dan meningkatnya keberadaan nyamuk ketika musim kemarau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, minyak jelantah yang selama ini kerap dibuang setelah digunakan masih dapat dimanfaatkan menjadi produk rumah tangga apabila dikelola dengan cara yang tepat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa minyak jelantah tidak selalu harus dibuang. Dengan pengolahan sederhana, bahan yang dianggap limbah tersebut masih bisa dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna,” ujar Jeni.

Baca Juga:  Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Dalam pembuatan lilin aromaterapi, mahasiswa memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan dasar. Sejumlah bahan alami seperti daun babadotan atau wedusan, serai, dan daun kemangi turut digunakan untuk memberikan aroma pada lilin.

Pemanfaatan bahan tersebut disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar yang relatif mudah menemukan tanaman-tanaman tersebut.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat Desa Sukajaya. Mahasiswa menjelaskan pentingnya pengelolaan minyak jelantah sekaligus memperkenalkan cara mengolahnya menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Setelah sosialisasi, masyarakat diajak mengikuti praktik pembuatan lilin secara langsung.

Tahapannya meliputi persiapan bahan, pengolahan minyak jelantah, pencampuran bahan aromatik, pemasangan sumbu, hingga pencetakan lilin.

Jeni mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Warga tidak hanya melihat demonstrasi yang diberikan mahasiswa, tetapi juga mencoba sendiri proses pembuatannya.

Baca Juga:  Atasi 5.000 Anak Tak Sekolah, Disdik Kota Bogor Siapkan Beasiswa Gratis

“Yang kami harapkan bukan hanya masyarakat mengetahui cara membuat lilin, tetapi juga mulai melihat limbah rumah tangga dari sudut pandang yang berbeda. Ada bahan-bahan yang masih bisa dimanfaatkan jika kita mau mengolahnya,” kata Jeni.

Kegiatan tersebut juga dilatarbelakangi kondisi masyarakat Desa Sukajaya saat musim kemarau. Cuaca yang lebih panas membuat keberadaan nyamuk pada malam hari menjadi salah satu persoalan yang dirasakan warga.

Kondisi itu kemudian menjadi salah satu pertimbangan mahasiswa dalam mencari kegiatan yang sederhana, menggunakan bahan yang mudah ditemukan, sekaligus berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

Selain minyak jelantah, bahan aromatik dari tanaman seperti serai dan kemangi digunakan dalam pembuatan lilin. Aroma dari sejumlah tanaman tersebut dikenal dapat membantu mengurangi keberadaan nyamuk, meski efektivitasnya dapat dipengaruhi oleh jenis bahan, konsentrasi, dan cara penggunaan.

Bagi mahasiswa KKNT INAIS Desa Sukajaya, kegiatan tersebut tidak berhenti pada praktik membuat lilin. Edukasi mengenai pengelolaan limbah menjadi bagian penting agar masyarakat dapat melihat potensi dari bahan yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai.

Baca Juga:  PMB UIB Ummul Qura Jalin Kerja Sama di Sejumlah Pesantren di Cianjur

Jeni menilai keterampilan tersebut juga dapat dikembangkan lebih lanjut apabila masyarakat memiliki ketertarikan untuk mengolahnya menjadi produk rumah tangga bernilai ekonomis.

“Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan keterampilan yang dapat dipraktikkan kembali setelah kegiatan KKNT selesai. Tidak hanya untuk mengurangi limbah, tetapi juga melihat peluang dari sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak berguna,” ujarnya.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKNT INAIS Desa Sukajaya berupaya menghadirkan kegiatan yang berangkat dari persoalan sederhana di lingkungan masyarakat.

Pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi menjadi salah satu contoh bahwa pemanfaatan limbah dan kreativitas masyarakat dapat berjalan beriringan, dimulai dari bahan-bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB