Binanews.id | Bogor–Isu perundungan (bullying) di lingkungan sekolah masih menjadi perhatian serius, terutama terkait dampaknya terhadap kesehatan mental anak. Menjawab keresahan tersebut, tim mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Desa Purwabakti dari Universitas Islam Bogor (UIB) menggelar program Edukasi Anti-Bullying di SDN Ciasmara 03.
Program ini diinisiasi oleh empat mahasiswa KKM UIB, yakni Siti Nur Asiah Jamil, Melvin Novianti, Huda Himmatul Aliyah, dan Afifah Inayah. Kegiatan berlangsung selama dua pekan, tepatnya pada Rabu, 5 Agustus dan Rabu, 12 Agustus, dengan menyasar siswa-siswi kelas VI SDN Ciasmara 03.
Edukasi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai bahaya perundungan terhadap kesehatan mental diri sendiri maupun teman sebaya.
Melalui pendekatan yang interaktif dan humanis, para mahasiswa berupaya menciptakan ruang aman bagi siswa untuk saling memahami.
Pada pertemuan pertama (5 Agustus), tim KKM menggunakan metode interaktif bertajuk Bola Anti-Bullying. Seluruh siswa diarahkan untuk mengoper bola secara bergiliran. Siswa yang memegang bola saat musik berhenti diberikan tantangan edukatif atau diminta mengungkapkan kejujuran seputar pertemanan secara terbuka. Metode ini berhasil mencairkan suasana dan membangun kedekatan emosional antarsiswa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, pada pertemuan kedua (12 Agustus), pendekatan emosional diperdalam lewat metode Kotak Cerita. Para siswa diminta menuangkan pengalaman serta perasaan mereka ke dalam selembar kertas tanpa mencantumkan identitas (anonim). Kertas-kertas tersebut kemudian direspons bersama secara suportif.
Kegiatan dilanjutkan dengan penayangan film edukasi tentang dampak buruk perundungan dan diakhiri dengan sesi renungan mendalam.
Sesi renungan tersebut menjadi momen reflektif bagi para siswa. Suasana berubah haru ketika sejumlah anak mulai berani mengekspresikan emosi sedih yang selama ini terpendam serta terbuka menceritakan keluh kesah yang dihadapi.
Hasil dari rangkaian kegiatan ini menunjukkan dampak positif yang nyata. Para peserta didik kelas VI SDN Ciasmara 03 kini lebih mampu menerima kekurangan diri, memahami pentingnya menjaga perasaan sesama, dan berkomitmen untuk tidak lagi mengejek maupun merendahkan teman di sekolah.
Editor : Fathurroji









