Binanews.id | Bogor–Ada yang berbeda di Desa Gunung Malang hari itu. Aroma khas tepung beras ketan yang sedang diolah bercampur dengan riuh tawa ibu-ibu yang antusias belajar sesuatu yang baru. Dalam kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), Mahasiswa Institut Ummul Quro Al-Islami menggelar Workshop Pengolahan Hasil Pangan (PHP), mengenalkan sebuah camilan kreasi bernama Buttertteok Guma kepada warga sekitar.
Lebih dari 15 peserta hadir memenuhi lokasi workshop mulai dari ibu-ibu pelaku UMKM, pengelola homestay, hingga masyarakat umum yang penasaran ingin mencoba hal baru. Sejak sesi pertama dibuka, antusiasme sudah terasa. Bukan sekadar datang untuk menonton, para peserta benar-benar ingin belajar dan mempraktikkan langsung.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua KKM, Zaky Husaini, yang menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat masyarakat terhadap program mahasiswa selama ini. Dukungan juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Akhmad Saoqillah, M.Si. yang turut hadir mendampingi jalannya kegiatan pemberdayaan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tempat berlangsungnya workshop pun tak kalah istimewa. Bapak Tedi, sang tuan rumah, dikenal luas sebagai warga yang memiliki keahlian dalam kerajinan bambu mulai dari perlengkapan rumah tangga hingga peralatan dapur. Keahlian ini menjadi salah satu kekayaan tersembunyi Desa Gunung Malang yang turut mewarnai suasana workshop hari itu.
Memasuki sesi inti, Asti Rohmawati tampil sebagai pemandu proses pembuatan Buttertteok Guma. Dengan sabar, ia menjelaskan setiap tahapan satu per satu: mulai dari menyiapkan bahan, meracik adonan, mengolahnya, hingga tahap akhir sebelum produk siap disajikan. Bukan sekadar teori, para peserta diajak langsung praktik mencampur, membentuk, sesekali berdiskusi kecil soal teknik yang tepat, sementara mahasiswa KKM sigap mendampingi dari awal hingga akhir.
Sambil menunggu Buttertteok Guma matang, suasana justru semakin hidup. Sesi doorprize digelar untuk mencairkan suasana sekaligus mengapresiasi semangat peserta. Hadiah pertama berupa barang menarik dibawa pulang oleh Ibu Amsah, Ibu Acih, dan Ibu Yani disambut riuh tepuk tangan dan celetukan jenaka dari peserta lain.
Kejutan tak berhenti di situ. DPL Bapak Akhmad Saoqillah, M.Si. bersama mahasiswa KKM Siti Nur Rahmah dan Yashofia menambahkan doorprize spesial berupa uang tunai senilai total Rp150.000 untuk tiga pemenang beruntung. Suasana pun makin meriah ketika nama Ibu Aam, Ibu Atika, dan Ibu Ita disebut sebagai pemenangnya lengkap dengan hiburan spontan dari para ibu yang menunjukkan betapa kompaknya kebersamaan mereka hari itu.
Dan akhirnya, momen yang ditunggu tiba. Buttertteok Guma matang dan siap disajikan. Namun bukan sembarang penyajian camilan ini disuguhkan dalam wadah bambu hasil kerajinan mungil nan lucu ini di bantu oleh Ketua RT 01 Bapak Oto Desa Gunung Malang yang menjadi wadah Buttertteok Guma tersebut. Kombinasi rasa gurih manis khas Buttertteok Guma dengan wadah bambu alami itu menciptakan tampilan yang unik sekaligus sarat identitas lokal.
Lebih dari sekadar kegiatan memasak bersama, workshop ini menjadi ruang bertukar pengetahuan dan mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Melalui olahan sederhana seperti tepung beras ketan, warga diajak melihat peluang baru bahwa bahan yang selama ini biasa saja, ternyata bisa disulap menjadi produk bernilai jual tinggi. Begitu pula kerajinan bambu lokal yang selama ini jarang dilirik, kini tampil sebagai kemasan yang mempercantik produk pangan desa.
Antusiasme yang terjaga hingga akhir acara membuktikan satu hal, kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat bisa melahirkan hal-hal baik, sekecil apa pun bentuknya. Semoga semangat ini terus menyala, bahkan setelah program KKM usai menginspirasi warga Gunung Malang untuk terus berinovasi lewat potensi pangan, UMKM, dan kerajinan yang mereka miliki.
Editor : Fathurroji









