Mahasiswa KKM Kenalkan Buttertteok Guma ke Warga Desa Gunung Malang

Rahma (Mahasiswa KPI UIB)

Irwan Maulana

- Redaksi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor–Ada yang berbeda di Desa Gunung Malang hari itu. Aroma khas tepung beras ketan yang sedang diolah bercampur dengan riuh tawa ibu-ibu yang antusias belajar sesuatu yang baru. Dalam kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), Mahasiswa Institut Ummul Quro Al-Islami menggelar Workshop Pengolahan Hasil Pangan (PHP), mengenalkan sebuah camilan kreasi bernama Buttertteok Guma kepada warga sekitar.

Lebih dari 15 peserta hadir memenuhi lokasi workshop mulai dari ibu-ibu pelaku UMKM, pengelola homestay, hingga masyarakat umum yang penasaran ingin mencoba hal baru. Sejak sesi pertama dibuka, antusiasme sudah terasa. Bukan sekadar datang untuk menonton, para peserta benar-benar ingin belajar dan mempraktikkan langsung.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua KKM, Zaky Husaini, yang menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat masyarakat terhadap program mahasiswa selama ini. Dukungan juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Akhmad Saoqillah, M.Si. yang turut hadir mendampingi jalannya kegiatan pemberdayaan ini.

Baca Juga:  KKM UIB Adakan Workshop Edukasi Pemilahan Sampah di SDN Bojong Rangkas 01

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tempat berlangsungnya workshop pun tak kalah istimewa. Bapak Tedi, sang tuan rumah, dikenal luas sebagai warga yang memiliki keahlian dalam kerajinan bambu mulai dari perlengkapan rumah tangga hingga peralatan dapur. Keahlian ini menjadi salah satu kekayaan tersembunyi Desa Gunung Malang yang turut mewarnai suasana workshop hari itu.

Memasuki sesi inti, Asti Rohmawati tampil sebagai pemandu proses pembuatan Buttertteok Guma. Dengan sabar, ia menjelaskan setiap tahapan satu per satu: mulai dari menyiapkan bahan, meracik adonan, mengolahnya, hingga tahap akhir sebelum produk siap disajikan. Bukan sekadar teori, para peserta diajak langsung praktik mencampur, membentuk, sesekali berdiskusi kecil soal teknik yang tepat, sementara mahasiswa KKM sigap mendampingi dari awal hingga akhir.

Sambil menunggu Buttertteok Guma matang, suasana justru semakin hidup. Sesi doorprize digelar untuk mencairkan suasana sekaligus mengapresiasi semangat peserta. Hadiah pertama berupa barang menarik dibawa pulang oleh Ibu Amsah, Ibu Acih, dan Ibu Yani disambut riuh tepuk tangan dan celetukan jenaka dari peserta lain.

Baca Juga:  Mahasiswa S2 dan S3 Ilmu Keluarga IPB Perdalam Ketahanan Keluarga di Baduy

Kejutan tak berhenti di situ. DPL Bapak Akhmad Saoqillah, M.Si. bersama mahasiswa KKM Siti Nur Rahmah dan Yashofia menambahkan doorprize spesial berupa uang tunai senilai total Rp150.000 untuk tiga pemenang beruntung. Suasana pun makin meriah ketika nama Ibu Aam, Ibu Atika, dan Ibu Ita disebut sebagai pemenangnya lengkap dengan hiburan spontan dari para ibu yang menunjukkan betapa kompaknya kebersamaan mereka hari itu.

Dan akhirnya, momen yang ditunggu tiba. Buttertteok Guma matang dan siap disajikan. Namun bukan sembarang penyajian camilan ini disuguhkan dalam wadah bambu hasil kerajinan mungil nan lucu ini di bantu oleh Ketua RT 01 Bapak Oto Desa Gunung Malang yang menjadi wadah Buttertteok Guma tersebut. Kombinasi rasa gurih manis khas Buttertteok Guma dengan wadah bambu alami itu menciptakan tampilan yang unik sekaligus sarat identitas lokal.

Baca Juga:  FKDSI Ajukan Keberatan kepada Mahkamah Konstitusi Soal Gaji Dosen

Lebih dari sekadar kegiatan memasak bersama, workshop ini menjadi ruang bertukar pengetahuan dan mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Melalui olahan sederhana seperti tepung beras ketan, warga diajak melihat peluang baru bahwa bahan yang selama ini biasa saja, ternyata bisa disulap menjadi produk bernilai jual tinggi. Begitu pula kerajinan bambu lokal yang selama ini jarang dilirik, kini tampil sebagai kemasan yang mempercantik produk pangan desa.

Antusiasme yang terjaga hingga akhir acara membuktikan satu hal, kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat bisa melahirkan hal-hal baik, sekecil apa pun bentuknya. Semoga semangat ini terus menyala, bahkan setelah program KKM usai menginspirasi warga Gunung Malang untuk terus berinovasi lewat potensi pangan, UMKM, dan kerajinan yang mereka miliki.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB