Perkuat Budaya Riset, Mahasiswa BKPI UIB Ummul Quro Kunjungi Kemendiktisaintek

Irwan Maulana

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta–Mahasiswa Semester VI Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Universitas Islam Bogor Ummul Quro melaksanakan kunjungan akademik ke Direktorat Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kamis (11/6).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut mengangkat tema “Membangun Budaya Riset Mahasiswa untuk Indonesia Emas 2045.” Tema ini merupakan tema penting agar mahasiswa memahami peran dan fungsi riset dalam membangun Indonesia emas 2045.

Kunjungan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan pengalaman mahasiswa mengenai dunia riset, memahami manfaat dan dampak penelitian bagi masyarakat serta pemerintah, mengenal berbagai peluang beasiswa yang dapat diperoleh melalui aktivitas riset, serta membangun jejaring dan kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam pengembangan penelitian dan inovasi.

Dalam suasana diskusi yang hangat dan interaktif, mahasiswa memperoleh berbagai pemahaman mengenai arah kebijakan riset nasional, pengembangan inovasi di perguruan tinggi, serta pentingnya menghasilkan penelitian yang tidak hanya memenuhi tuntutan akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dosen pendamping, Irwan Maulana, menegaskan bahwa budaya riset perlu ditanamkan sejak mahasiswa berada di bangku kuliah. Menurutnya, penelitian harus menjadi bagian dari cara berpikir mahasiswa dalam menjawab berbagai persoalan dirinya sendiri dan sosial yang berkembang di masyarakat.

“Budaya riset sangat penting diterapkan di lingkungan perguruan tinggi, terutama bagi mahasiswa. Mahasiswa harus mulai berpikir bagaimana menghasilkan riset yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Irwan Maulana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Fauzan Adziman selaku Direktur Jendral Riset dan Pengembangan. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menciptakan inovasi yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat.

“Perguruan Tinggi Berdampak merupakan salah satu visi yang terus kami dorong. Saat ini semakin banyak perguruan tinggi yang mampu menghadirkan inovasi dan solusi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Karena itu, budaya riset dan inovasi perlu terus diperkuat,” ungkap Fauzan Adziman.

Pada kesempatan yang sama, Junaidi Khotib selaku Sekretaris Direktur Jendral Riset dan Pengembangan mengajak mahasiswa untuk aktif mengembangkan gagasan dan program yang memiliki nilai kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Adik-adik mahasiswa, khususnya yang aktif di organisasi kemahasiswaan seperti BEM, apabila memiliki gagasan dan program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, silakan datang dan berdiskusi dengan kami. Direktorat Riset dan Pengembangan terbuka untuk berkolaborasi dalam mewujudkan berbagai ide yang bermanfaat,” tuturnya.

Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Meskipun latar belakang keilmuan para mahasiswa adalah konseling pendidikan Islam, tetapi pertanyaan-pertanyaan mereka menyentuh pada bidang multidimensional. Pertanyaan-pertanyaannya banyak membahas mengenai pentingnya riset dalam kehidupan sehari-hari, dunia bisnis, degradasi moral anak-anak, pergeseran budaya tutur kata dan literasi generasi Z, pertanian, lingkungan, dan kesenjangan yang terjadi di tengah kaum buruh tani. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan narasumber menciptakan suasana yang akrab, produktif, dan penuh semangat kolaborasi.

Melalui kunjungan akademik ini, mahasiswa BKPI UIB Ummul Quro diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan budaya riset, meningkatkan kapasitas akademik, serta menghasilkan penelitian yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam membangun ekosistem riset yang mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Kegiatan diskusi ditutup dengan penyerahan buku Pendidikan Tasamuh di Pesantren sebagai cinderamata oleh Irwan Maulana kepada Fauzan Adziman dan sesi foto bersama.

Baca Juga:  PKM Unpam Serang Dorong UMKM Kerupuk Kerang Pandeglang

Baca Juga:  Kemendikdasmen Berbagai Metode Pembelajaran Pascagempa Flores

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga:  Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB