KKM IUQI Berikan Ratusan Bibit Pohon Warga Rancabungur Bogor

Bisyral

- Redaksi

Kamis, 10 September 2026 - 05:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Suasana Kampung Wates Kaum dan Kampung Kebon Kelapa, Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, Bogor, terasa berbeda pada Minggu (23/8/2026) pagi itu. Ratusan bibit tanaman berjejer siap dibagikan, disambut antusias oleh RT, RW, hingga pemuda setempat yang ikut turun tangan membantu proses serah terima.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang digagas Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Renjana Bungur Amerta dari IUQI Bogor.

KKM ini sendiri merupakan bentuk pengabdian mahasiswa IUQI Bogor kepada masyarakat, dengan tujuan memberdayakan desa lewat tiga aspek: pendidikan, ketahanan pangan, dan penguatan nilai-nilai Ahlussunah wal Jamaah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua kelompok, M. Firsan Nur Hafidz, mengaku program ini tidak muncul begitu saja. Ada tiga persoalan yang melatarbelakanginya.

“Yang pertama itu isu lingkungan,” katanya membuka cerita. “Di Rancabungur ini masih banyak lahan kosong, atau lahan yang kurang produktif. Padahal desa ini juga butuh penghijauan, untuk mencegah banjir, erosi, sama polusi udara.”

Baca Juga:  Mentalitas Miskin di Balik Judi Online

Bukan cuma soal lingkungan, kata Firsan, harga pangan yang terus merangkak naik juga jadi pertimbangan timnya.

“Warga sebenarnya butuh sumber pangan sendiri. Makanya bibit yang kami kasih itu buah-buahan sama kayu, harapannya warga bisa hemat pengeluaran, bahkan berpeluang menambah penghasilan ke depannya.”

Ada satu hal lagi yang menurutnya tak kalah penting: budaya menanam yang mulai luntur, terutama di kalangan anak muda desa. “Program ini juga buat mengedukasi warga, bahwa lahan sempit sekalipun sebenarnya bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Program ini pun tidak digarap asal-asalan, Sebelum bibit sampai ke tangan warga, tim KKM lebih dulu turun ke lapangan mengecek kondisi tanah dan lokasi. “Kami koordinasi juga sama perangkat desa, mulai RT, RW, sampai kepala desa,” ujar Firsan.

Baca Juga:  Rapat Senat IUQI Sahkan Statuta Universitas Islam Bogor (UIB) 

Ia dan timnya sengaja mengobrol panjang dengan warga soal jenis bibit yang cocok—apakah buah-buahan, kayu-kayuan, atau tanaman obat supaya sesuai dengan kondisi iklim dan tanah Rancabungur.

Soal pengadaan bibit, Firsan menjelaskan bahwa timnya bekerja sama dengan Dinas Pertanian serta pihak perkebunan dari Rumpin. Pemilihan jenisnya pun tidak sembarangan.

“Kami sengaja pilih yang gampang dirawat dan cepat panen, biar warga semangat,” katanya sambil tersenyum.

Total bibit yang dibagikan mencapai 600 batang: balsa, alpukat, nangka, dan durian masing-masing 100 batang, ditambah kelor, petai, dan jengkol dengan jumlah bervariasi antara 50 hingga 100 batang.

Semuanya disalurkan ke warga Kampung Wates Kaum (RW 02) dan Kampung Kebon Kelapa (RW 03) sesuai jadwal yang sudah disusun.

Baca Juga:  KKM 12 UIB Lolos Tahap 3 Program Inovasi BAPPERIDA Kabupaten Bogor

Namun bagi Firsan, seremoni pembagian hari itu baru langkah awal. “Harapan kami, program ini enggak berhenti begitu tim KKM pulang,” katanya.

Ia berharap ada kader atau kelompok tani lokal yang mau meneruskan, mengawasi pertumbuhan bibit, sekaligus jadi tempat bertanya bagi warga lain.

Lebih jauh, ia membayangkan warga bisa mandiri memperbanyak bibit sendiri dari hasil panen yang disemai ulang.

“Kami juga berharap ada dukungan dari perangkat desa, misalnya dengan memasukkan edukasi menanam ini ke kegiatan rutin seperti Posyandu atau PKK, supaya informasinya bisa terus tersampaikan ke warga,” ujarnya.

“Intinya, tujuan kami bukan cuma bagi-bagi bibit,” pungkas Firsan, “tapi menumbuhkan budaya menanam yang jalan terus, bahkan setelah kami sudah tidak lagi di Rancabungur.”

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya
Dr. Faisal Rachmat Kembangkan Media Maze Tingkatkan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus
36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB