Lestarikan Kerajinan, Peserta KKM UIB Belajar Menganyam di Desa Gunung Malang

Rahma (Mahasiswa KPI UIB)

Irwan Maulana

- Redaksi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor–Kegiatan menganyam kembali menghidupkan keterampilan kerajinan tradisional di tengah masyarakat Desa Gunung Malang. Kegiatan ini digelar sebagai sarana belajar sekaligus upaya mengenalkan potensi kerajinan lokal yang masih relevan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Peserta diajak memahami langsung proses pembuatan anyaman, mulai dari tahap awal hingga menjadi kerajinan yang siap pakai.
Kegiatan ini dipandu oleh Ibu Minah, pemilik bahan anyaman yang juga bertindak sebagai instruktur teknik dasar pembuatan anyaman. Dengan telaten, Ibu Minah menjelaskan cara mempersiapkan bahan, menentukan pola, hingga menyusun setiap bagian agar anyaman yang dihasilkan kuat dan rapi.

Ilmu ini menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk mengenal warisan keterampilan yang telah diturunkan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Baca Juga:  Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Praktik langsung diikuti oleh Nina Nirmala dan Salsabila Aurelia, yang mencoba teknik menganyam sesuai arahan yang diberikan. Keduanya mengikuti setiap tahapan dengan saksama, mulai dari menyusun bahan dasar, menyelipkan anyaman secara berselang-seling, hingga merapikan bentuk agar sesuai pola.

Dari proses ini, peserta belajar bahwa menganyam bukan sekadar keterampilan tangan, melainkan juga membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan ketekunan.
Kegiatan ini turut didukung oleh Bapak Baban, Ketua RW Desa Gunung Malang, yang ikut membimbing dan membantu peserta saat mengalami kesulitan menyusun bahan anyaman.

Baca Juga:  KKM Kelompok 14 Universitas Islam Bogor Gelar Festival Anak Desa

Keterlibatan warga setempat menjadi bukti nyata dukungan masyarakat terhadap pelestarian kerajinan tradisional, sekaligus membuka ruang berbagi pengetahuan antargenerasi.

Anyaman yang dibuat dalam kegiatan ini diarahkan menjadi tampah, peralatan rumah tangga tradisional yang serbaguna. Selain fungsi praktisnya, tampah hasil anyaman ini juga menyimpan nilai seni tersendiri karena dibuat secara manual, sehingga setiap hasilnya memiliki karakter dan keunikan masing-masing.

Selain tampah, warga Desa Gunung Malang juga memanfaatkan potongan bambu untuk dibuat menjadi tusuk sate. Tusuk sate hasil olahan tersebut dijual dengan harga Rp 4.000 untuk setiap 1.000 tusuk, menjadikannya salah satu produk kerajinan bambu yang turut menambah nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.

Baca Juga:  Gernas RANA Diluncurkan, Perkuat Perlindungan Anak di Pesantren dan Madrasah

Pemanfaatan bahan lokal seperti ini pun berpotensi dikembangkan menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi.
Lebih dari sekadar menghasilkan tampah, kegiatan menganyam di Desa Gunung Malang menjadi sarana untuk mengenal dan menjaga eksistensi kerajinan tradisional.

Melalui praktik langsung, peserta memetik pengalaman berharga tentang pentingnya ketelitian, kreativitas, dan kesabaran dalam berkarya. Semangat ini diharapkan terus tumbuh dan berkembang, menjadikan kerajinan anyaman sebagai bagian dari potensi lokal Desa Gunung Malang yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus berpeluang menjadi produk bernilai jual.

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB