ABK Asal Bogor hingga Gowa Sulawesi Disandera di Somalia

Bisyral

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Panas Laut Somalia belum juga reda. Sudah hampir sebulan kapal MT Honour 25 berada dalam kendali perompak.

Namun pemerintah Indonesia membawa sedikit kabar lega: empat WNI anak buah kapal (ABK) yang berada di kapal itu dilaporkan masih dalam kondisi sehat.

Kementerian Luar Negeri memastikan komunikasi dan pemantauan terus dilakukan. Negosiasi pembebasan pun belum berhenti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl, mengatakan bahwa “Seluruh kru kapal WNI dilaporkan dalam keadaan sehat, kebutuhan logistik terpenuhi, dan gaji tetap dibayarkan,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga:  Desil Rendah tapi Bansos Tidak Cair? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pemerintah Indonesia kini bergerak di banyak jalur. Tidak hanya lewat diplomasi resmi, tetapi juga pendekatan kemanusiaan kepada keluarga korban.

Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian Perhubungan disebut terus melakukan family engagement kepada keluarga para ABK.

Pemerintah ingin memastikan keluarga mendapatkan informasi yang cukup sekaligus dukungan psikologis selama proses negosiasi berlangsung.

Ada empat WNI yang berada di kapal tersebut. Mereka adalah Ashari Samadikun asal Kabupaten Gowa yang menjabat kapten kapal, Adi Faizal asal Bulukumba sebagai Second Officer, Wahudinanto asal Pemalang selaku Chief Officer, serta Fiki Mutakin asal Bogor.

Baca Juga:  Hari Guru Sedunia 5 Oktober, Apa Bedanya dengan Hari Guru Nasional? Cek Sejarahnya

Kasus pembajakan ini terjadi pada 22 April 2026 di perairan sekitar Hafun, Somalia. Kawasan itu memang dikenal sebagai salah satu titik rawan aksi perompakan laut internasional.

Kapal MT Honour 25 sendiri tidak hanya membawa kru asal Indonesia. Di dalam kapal terdapat pula 10 ABK asal Pakistan, satu kru asal India, dan satu kru dari Myanmar.

Negosiasi kini melibatkan banyak pihak. Mulai dari pemerintah setempat di Somalia, manajemen kru kapal, hingga tokoh masyarakat lokal.

Baca Juga:  Pengaruh Digitalisasi dan Kecerdasan Buatan (Ai) Terhadap UMKM di Indonesia

Pemerintah Indonesia berharap jalur diplomasi bisa menghasilkan pembebasan tanpa kekerasan.

“Saat ini proses negosiasi masih terus berlanjut. Besar harapan pembebasan dapat selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama,” kata Vahd.

Kasus pembajakan ABK Indonesia di Somalia kembali mengingatkan betapa berisikonya jalur pelayaran internasional di kawasan Tanduk Afrika.

Meski aksi bajak laut menurun dalam beberapa tahun terakhir, ancaman itu ternyata belum benar-benar hilang.***

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB