Abdul Mu’ti Hadiri Grand Launching Pesantren Eco-Saintek di Bojongkerta Rancamaya

Tedy

- Redaksi

Senin, 4 Mei 2026 - 05:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini, Persyarikatan Muhammadiyah Pusat menggelar grand launching Pesantren Eco-Saintek di wilayah Bojongkerta, Rancamaya, Bogor, Jawa Barat. Acara tersebut dilaksanakan pada Ahad pagi, 3 Mei 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah Pengurus Pusat Muhammadiyah, di antaranya Bendahara Umum Prof. Hilman Latief, Ph.D., Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf Dr. Amirsyah Tambunan, perwakilan Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, serta Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bogor.

Baca Juga:  Program Bahasa Indonesia di Universitas Majma'ah Kian Diminati Warga Arab Saudi

Grand launching ini mengusung tema “Membangun Generasi Smart, Progressive & Sista nable”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir pula dalam acara tersebut Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, M.A., yang menyampaikan sambutannya, “Dia menyambut baik hadirnya pesantren eco-saintek ini di wilayah bogor, dan grand launching pesantren eco-saintek merupakan contoh nyata gerakan dakwah organisasi Muhammadiyah melalui pendidikan berbasis pesantren yang memadukan ekologi dan pengetahuan teknologi modern. Walikota memberikan apresiasi dan harapan besar akan hadirnya lembaga ini di wilayahnya semoga masyarakat bogor dapat melanjutkan pendidikan di Pesantren Eco-Saintek ini.”

Baca Juga:  Santri Ambassador UQI Goes to School, Kenalkan Bahasa Asing ke Siswa

Sebagai pembicara utama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, turut memberikan sambutan. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa kiprah Muhammadiyah dalam dunia pendidikan pesantren tidak perlu diragukan. Dakwah Muhammadiyah sejak awal berdirinya berfokus pada upaya menghadirkan akses pendidikan yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia. Jika belum sepenuhnya terpenuhi melalui lembaga pemerintah, maka hal tersebut dapat dijembatani melalui lembaga pendidikan yang didirikan oleh Persyarikatan Muhammadiyah, seperti pesantren ini.

Baca Juga:  Penandatanganan MoU Universitas Islam Bogor dengan Universitas La Tansa Mashiroh

Pesantren Eco-Saintek berdiri di atas lahan wakaf yang diberikan oleh Drs. Fauzi M. Nur, Lc. sebagai muwakif. Kehadiran pesantren ini menjadi terobosan baru dalam dunia pendidikan pesantren karena mengintegrasikan pengetahuan ekologi dan teknologi secara bersamaan.

Momentum peringatan Hardiknas pada 2 Mei dimanfaatkan oleh Persyarikatan Muhammadiyah untuk menghadirkan Pesantren Eco-Saintek sebagai bentuk komitmen dan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan pesantren di Indonesia. (Ted)

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB