Jemaah Haji ke Arafah, Kemenhaj Imbau Jaga Kesehatan Selama Armuzna

Tim Redaksi

- Redaksi

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta— Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan secara bertahap dari hotel masing-masing menuju Arafah pada Senin (25/5/2026), bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah, untuk menjalani rangkaian puncak ibadah haji.

“Alhamdulillah, memasuki hari ke-34 operasional penyelenggaraan ibadah haji, hari ini jemaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah secara bertahap untuk menjalani puncak ibadah haji. Ini adalah fase yang sangat penting dan membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan seluruh jemaah,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Maria Ulfa Assegaf, di Jakarta, Senin (25/5).

Maria menjelaskan, pergerakan jemaah menuju Arafah dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mengimbau seluruh jemaah agar mengikuti jadwal yang telah ditentukan, tidak bergerak sendiri, tidak mendahului rombongan, dan selalu mematuhi arahan petugas kloter, sektor, maupun pembimbing ibadah agar seluruh proses berjalan tertib dan aman,” lanjutnya.

Baca Juga:  Sempat Hilang Tertimbun Longsor, Lansia di Dramaga Bogor Ditemukan Tewas oleh Tim SAR

Selain kesiapan teknis, Kemenhaj juga mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kepatuhan terhadap ketentuan ihram selama menjalani rangkaian ibadah.

“Bagi jemaah laki-laki, kami ingatkan agar tidak memakai pakaian berjahit yang membentuk anggota badan, tidak menutup kepala dengan penutup yang melekat seperti peci atau sorban, serta tidak menggunakan alas kaki yang menutupi mata kaki dan tumit,” jelas Maria.

“Sedangkan bagi jemaah perempuan, selama dalam keadaan ihram tidak diperkenankan menutup wajah dengan cadar maupun menggunakan sarung tangan. Seluruh jemaah juga harus menjaga diri dari larangan ihram lainnya seperti memotong kuku, mencabut rambut, menggunakan wangi-wangian setelah niat ihram, serta menjaga lisan dan perilaku agar ibadah tetap khusyuk,” sambungnya.

Maria juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama fase Armuzna yang membutuhkan stamina tinggi dan mobilitas intensif.

Baca Juga:  Pemkab Bogor Perkuat Arsip Digital, 13 Ribu Data Terintegrasi Nasional

“Kami meminta seluruhy jemaah untuk menjaga kondisi tubuh dengan istirahat cukup, makan teratur, memperbanyak minum air putih, serta menghindari aktivitas yang tidak perlu agar energi tetap terjaga selama puncak ibadah haji,” ujarnya.

“Gunakan payung, masker, dan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko6 kelelahan akibat cuaca panas. Bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu, pastikan obat pribadi selalu dibawa dan mudah dijangkau,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar jemaah segera melapor jika mengalami gangguan kesehatan.

“Jangan memaksakan diri. Bila merasa lemas,u pusing, sesak napas, atau mengalami gangguan kesehatan lainnya, segera hubungi petugas kesehatan. Menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar agar ibadah dapat berjalan aman, lancar, dan sempurna,” tegas Maria.

Selain itu, penguatan layanan kesehatan selama puncak haji juga terus dilakukan melalui kesiapan fasilitas kesehatan lapangan.

“Kami menyiagakan masing-masing satu Pos Kesehatan Indonesia di Arafah dan di Mina untuk memastikan layanan kesehatan dapat diberikan secara cepat dan optimal selama fase Armuzna,” kata Maria.

Baca Juga:  Sekolah di Malaysia Tutup Akibat Asap Kebakaran Hutan dan Lahan

Untuk mendukung kelancaran operasional, sebanyak 657 petugas Satgas Arafah juga telah ditempatkan di berbagai titik layanan.

“Mereka terdiri dari petugas adhoc Arafah, koordinator markas, pengawas konsumsi, dan unsur layanan lainnya yang akan memastikan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga pelindungan jemaah berjalan maksimal,” jelasnya.

Menutup keterangannya, Maria mengajak seluruh jemaah untuk saling peduli dan saling membantu selama menjalani puncak ibadah haji.

“Jika melihat jemaah yang tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, mohon segera dibantu dan dilaporkan kepada petugas terdekat. Semoga seluruh jemaah Indonesia diberi kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lontar jumrah di Mina,” pungkas Maria.

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB