Binanews.id | Manchester–Arne Slot duduk di hadapan wartawan dengan muka datar. Dia tidak mencari alasan, tapi kejengkelannya tidak bisa disembunyikan sepenuhnya.
Soal kondisi babak pertama yang berakhir 2-0, Slot langsung ke intinya: “Saya bilang ke mereka bahwa ini tidak perlu terjadi. Tidak perlu tertinggal 2-0, tidak perlu kalah hari ini. Meskipun United memang layak unggul 2-0 di babak pertama, itu juga harus saya akui.”
Ia mengakui timnya gagal mengeksekusi rencana yang sudah disiapkan sebelum laga: “Kami tidak mampu mengendalikan kekuatan mereka, padahal kami sudah tahu kekuatan itu. Dua di antaranya adalah set-piece dan counter-attack. Gol pertama lahir dari set-piece, dan gol kedua karena kami salah memilih posisi saat kehilangan bola. United punya banyak pemain cepat dan Bruno Fernandes untuk menghukum dalam transisi, dan itulah yang terjadi.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Slot juga menyinggung gol kedua Sesko yang dianggap kontroversial karena kemungkinan sentuhan tangan: “Kalau ada sentuhan, seharusnya gol itu dianulir. Tapi sepanjang musim ini, setiap kali ada situasi yang bisa dilihat dari dua sisi, keputusan selalu berpihak melawan kami. Itu sudah terjadi sepanjang musim, setiap kali dengan pola yang sama.”
Dari sisi pemain, Dominik Szoboszlai bicara paling keras. Meski tampil sebagai salah satu pemain terbaik Liverpool malam itu dengan satu gol dan satu assist, ia tidak menutup-nutupi kekecewaan: “Tidak bagus. Kami pulang dengan nol poin. Setelah babak pertama, kami tidak boleh senang sama sekali. Satu-satunya yang bisa kami ambil adalah awal babak kedua, karena di situlah kami menunjukkan siapa kami sebenarnya.”
Szoboszlai juga menyoroti ironi dari kelalaian tim dalam menjalankan instruksi:
“Sebelum pertandingan kamu bicara soal set-piece, jangan kebobolan dari sana. Lalu gol pertama yang kami terima datang dari set-piece juga.”
Liverpool kini masih membutuhkan poin tambahan untuk mengamankan tiket Champions League musim depan. Tiga laga sisa mereka adalah melawan Chelsea, Aston Villa, dan Brentford. (Source: Liverpool FC)









