Anomali Cuaca, Pemkot Bogor Luncurkan Program Kecamatan Tangguh Bencana

Tim Redaksi

- Redaksi

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor–Hadapi cuaca ekstrem tahun 2026, Pemerintah Kota Bogor resmi meluncurkan program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) sebagai langkah mitigasi. Deklarasi tersebut digelar di Markas Komando Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Kamis (30/4/2026).

Program ini menjadi respons atas peringatan dini terkait fenomena iklim ekstrem, termasuk potensi “La Nina Godzilla” yang diprediksi berdampak signifikan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Sekretaris Daerah, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Ketua DPRD Kota Bogor, serta unsur Forkopimda dari Polresta Bogor Kota dan Kodim 0606. Implementasi program melibatkan enam camat dan 68 lurah di seluruh wilayah Kota Bogor.

Baca Juga:  Rp4,1 Triliun BOS Madrasah & BOP RA Tahap II Segera Cair, Ini Jadwal Pengajuannya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa kondisi iklim tahun ini menunjukkan anomali yang perlu diwaspadai serius. Berdasarkan rilis BMKG, saat sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami kemarau panjang akibat El Nino, Kota Bogor justru diprediksi mengalami curah hujan tinggi secara berkelanjutan.

“Ada anomali yang harus kita waspadai. Saat daerah lain masuk kemarau panjang, Bogor justru diprediksi akan terus diguyur hujan. Kita sudah merasakan curah hujan ekstrem di atas 120 mm per hari. Ini bukan lagi sekadar perubahan iklim (climate change), tapi sudah masuk situasi bencana iklim (climate disaster),” ujar Dedie.

Data BPBD Kota Bogor mencatat, hingga April 2026 telah terjadi 372 kejadian bencana dari rata-rata 1.000 kejadian per tahun. Jenis bencana didominasi tanah longsor, pergerakan tanah, banjir lintasan, angin kencang, hingga pohon tumbang.

Baca Juga:  Pemkot Bogor Bakal Sulap Sampah Jadi BBM di TPA Galuga

Dedie menekankan pentingnya kesiapan mental aparatur wilayah sebagai garda terdepan dalam penanganan kebencanaan. Ia meminta camat dan lurah memiliki komitmen dan semangat pengabdian yang sejalan dengan pimpinan daerah.

“Kesiapan mental para lurah di Kota Bogor harus sama dengan kesiapan mental Walikota. Bapak dan Ibu adalah ‘Walikota’ di wilayah masing-masing. Tugas ini sifatnya atributif dan terintegrasi. Tanpa semangat pengabdian dan pengorbanan yang sama, mustahil kita bisa mewujudkan Kecamatan Tangguh Bencana,” tegasnya.

Baca Juga:  Bupati Bogor Rangkul Pedagang, Berikan Ruang Usaha yang Bersih

Selain aspek kesiapsiagaan, Pemkot Bogor juga menyoroti peran perilaku masyarakat dalam memicu bencana, khususnya banjir lintasan akibat sumbatan sampah di saluran air. Karena itu, strategi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) akan diperkuat di tingkat wilayah.

Pemkot juga menginstruksikan pelaksanaan kerja bakti rutin minimal dua kali dalam sepekan guna memastikan kebersihan drainase dan mencegah potensi banjir.

“Kita tidak boleh pasif dan hanya menunggu informasi dari media sosial. Saya minta para Camat dan Lurah secara konsisten melakukan pengeroyokan masalah di wilayah. Laksanakan mitigasi sebelum bencana terjadi. Jika komunikasi dan edukasi berjalan baik, beban kita di lapangan tidak akan terlalu berat,” tutup Dedie.[]

Berita Terkait

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan
Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara
Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik
Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing
Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor
Pemkab Bogor Perkuat Peran Bunda PAUD Tingkatkan Akses Pendidikan Anak

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Berita Terbaru

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB