Pemkab Bogor Kembangkan Kedelai untuk Perkuat Produksi Pangan

Bisyral

- Redaksi

Jumat, 4 September 2026 - 17:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam hal ini Distanhorbun Kabupaten Bogor sinergi dengan pemerintah pusat, TNI, petani, dan sejumlah pemangku kepentingan mengembangkan budidaya kedelai melalui Gerakan Tanam Kedelai Kabupaten Bogor Tahun 2026 di lahan TNI AL, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cariu, Jum’at (04/09/2026).

Gerakan tanam kedelai tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan produksi kedelai di Kabupaten Bogor sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang tersedia.

Pengembangan komoditas ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya memperkuat ketersediaan pangan dan meningkatkan nilai ekonomi usaha tani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mewakili Bupati Bogor, Kadistanhorbun Kabupaten Bogor Entis Sutisna mengatakan, pengembangan kedelai perlu dilakukan secara serius dan berkelanjutan, tidak berhenti pada kegiatan tanam, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan hingga masa panen dan pemasaran hasil produksi.

Baca Juga:  Tips Belajar Mandiri, Bekal Bertahan Hidup di Perantauan

“Gerakan ini bukan sekadar menanam kedelai. Kita ingin membangun model budidaya yang bisa dikembangkan, meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi petani,” katanya.

Menurutnya, Kabupaten Bogor memiliki potensi lahan dan sumber daya manusia pertanian yang dapat dikembangkan untuk mendukung peningkatan produksi kedelai.

Karena itu, kegiatan yang dilaksanakan di Cariu menjadi bagian dari pilot project untuk melihat sekaligus menguji pengembangan budidaya kedelai yang sesuai dengan kondisi wilayah Kabupaten Bogor.

“Kalau hasilnya baik, model ini harus kita kembangkan di wilayah lain yang memiliki potensi. Jangan hanya berhenti di satu lokasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, peningkatan produksi pangan membutuhkan kerja sama lintas sektor. Pemerintah daerah, pemerintah pusat, TNI, penyuluh, kelompok tani, dunia usaha, hingga masyarakat harus memiliki peran yang saling menguatkan.

Baca Juga:  Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi agar dari sisi produksi, teknologi budidaya, sarana pertanian, sampai pemasaran hasil panen semuanya bisa berjalan,” jelasnya.

Selain mendorong peningkatan produksi, Pemkab Bogor memastikan pengembangan pertanian dilakukan dengan pendekatan dari hulu hingga hilir.

Dukungan tersebut antara lain melalui penyediaan benih, pupuk dan pestisida, alat dan mesin pertanian, serta penguatan infrastruktur pendukung seperti jaringan irigasi usaha tani, dam parit, jalan usaha tani, dan sarana penampungan hasil.

Menurutnya dukungan tersebut penting agar petani tidak hanya mampu meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik.

“Pembangunan pertanian tidak cukup hanya dengan menanam. Setelah panen, kita juga harus memikirkan bagaimana hasilnya terserap pasar dan memberikan nilai tambah bagi petani,” katanya.

Ia berharap pengembangan kedelai di Kabupaten Bogor dapat menjadi salah satu alternatif komoditas yang memberikan keuntungan bagi petani sekaligus mendukung ketersediaan pangan.

Baca Juga:  Pemkab Bogor Apresiasi Kontribusi Ummul Quro dalam Pendidikan di Kabupaten Bogor

“Target akhirnya adalah petani sejahtera, lahan produktif, produksi meningkat, dan kebutuhan pangan masyarakat semakin kuat,” tegasnya.

Gerakan Tanam Kedelai Kabupaten Bogor Tahun 2026 melibatkan unsur Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi, TNI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkab Bogor, penyuluh pertanian, perusahaan, kelompok tani, serta pemangku kepentingan terkait.

Pemkab Bogor menilai pengembangan kedelai memiliki peluang untuk terus diperluas dengan dukungan teknologi, pendampingan petani, ketersediaan sarana produksi, serta kepastian pemasaran.

Dengan pendekatan tersebut, gerakan tanam di Cariu diharapkan tidak hanya menghasilkan produksi, tetapi menjadi awal pengembangan ekosistem kedelai yang berkelanjutan di Kabupaten Bogor.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara
Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik
Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing
Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor
Pemkab Bogor Perkuat Peran Bunda PAUD Tingkatkan Akses Pendidikan Anak
Waste Station Rekosistem, Perkuat Ekosistem Persampahan dari Hulu Ke Hilir

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB