Parung akan Jadi Pusat Kawasan Modern Terintegrasi di Utara Kabupaten Bogor

Bisyral

- Redaksi

Selasa, 28 April 2026 - 17:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id| Bogor– Bupati Bogor, Rudy Susmanto tengah menyiapkan transformasi kawasan Parung menjadi pusat ekonomi baru yang terintegrasi. Konsep yang diusung tidak hanya sebatas penataan pasar, tetapi menggabungkan fungsi perdagangan, kuliner, dan transportasi dalam satu kawasan modern.
‎
‎Demikian disampaikan Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat memimpin rakor bersama jajaran kepala perangkat daerah, di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Selasa 28 April 2026.

‎Bupati Rudy menyampaikan bahwa kawasan Parung memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara lebih terstruktur dan representatif.

‎Salah satu rencana utama adalah pembangunan pasar ikan yang terintegrasi dengan pusat layanan masyarakat dan area kuliner.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎“Konsepnya bukan hanya pasar biasa. Kita ingin ada pasar ikan yang tertata, lalu di lantai atasnya ada tempat makan yang nyaman. Masyarakat bisa menikmati kuliner sambil melihat langsung aktivitas perdagangan di bawah,” ujar Rudy.
‎
‎Selain itu, kawasan tersebut juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti area parkir terpadu (park and ride) dan shelter angkutan umum.
‎
‎Langkah ini diharapkan mampu mengatasi persoalan klasik di Parung, seperti kemacetan akibat angkutan yang berhenti sembarangan di badan jalan.
‎
‎Pemkab Bogor telah menyiapkan dua titik lahan strategis untuk mendukung pengembangan tersebut. Lahan pertama seluas sekitar 7.000 meter persegi direncanakan menjadi pusat utama kegiatan ekonomi terintegrasi.

Baca Juga:  Rp4,1 Triliun BOS Madrasah & BOP RA Tahap II Segera Cair, Ini Jadwal Pengajuannya

‎Sementara itu, lahan kedua seluas kurang lebih 2 hektar akan difungsikan sebagai pengembangan kawasan pendukung, termasuk akses transportasi.
‎
‎Menurut Rudy, pengembangan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat secara langsung.
‎
‎Ia menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta agar proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat.

‎“Kita tidak ingin lahan milik pemerintah hanya diam. Lebih baik kita kerjasamakan, sehingga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.
‎
‎Dalam skema kerja sama yang ditawarkan, Pemkab Bogor membuka berbagai opsi, mulai dari sewa hingga Kerja Sama Operasi (KSO) jangka panjang.
‎
‎Pemerintah juga menjanjikan kemudahan perizinan sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

‎Sejalan dengan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan bahwa penataan wilayah dilakukan secara bertahap dan estafet.
‎
‎Setelah fokus pada penataan Cibinong, kini perhatian mulai diarahkan ke Parung sebagai kawasan strategis berikutnya.
‎
‎“Konsepnya bukan menggusur, tapi menata. Kita ingin menghadirkan ketertiban sesuai semangat Tegar Beriman. PKL tetap difasilitasi, tetapi dengan penataan yang lebih rapi dan nyaman,” jelasnya.

Baca Juga:  Bupati Bogor Percepat Penataan Infrastruktur dan Akses Jalan

‎Ia menambahkan, penataan Parung juga mencakup optimalisasi aset lama, seperti terminal yang selama ini tidak termanfaatkan.
‎
‎Terminal tersebut kini tengah diaktifkan kembali dan akan diintegrasikan dengan Pasar Parung, termasuk pembangunan akses jalan yang mempermudah mobilitas masyarakat tanpa harus memutar jauh.
‎
‎“Ke depan, kawasan Parung dirancang menjadi satu kesatuan yang terhubung hingga Ciseeng, bahkan mengangkat potensi lokal sebagai ikon Kawasan,” ujar Ajat.

‎Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga menyatakan pihaknya telah menyiapkan langkah teknis penataan, termasuk relokasi PKL ke dalam area pasar.
‎
‎Sebanyak 700 lapak telah disiapkan untuk menampung para pedagang, khususnya yang bergerak di sektor sayur-mayur, basahan, hingga komoditas ayam dan ikan.
‎
‎“Penataan ini tidak hanya memindahkan PKL, tetapi juga membersihkan kawasan depan pasar. Area tersebut akan dijadikan zona merah terlebih dahulu sebelum ditentukan pemanfaatannya, apakah menjadi taman atau sentra ikan hias,” ungkapnya.
‎
‎Ia mengakui, pada awalnya sempat muncul pro dan kontra di kalangan pedagang. Namun, seiring berjalannya proses, dukungan kini semakin menguat, bahkan mencapai sekitar 90 persen.
‎
‎Perumda Pasar Tohaga menargetkan pengembangan kawasan Parung sebagai sentra ikan hias yang mampu bersaing di tingkat regional, bahkan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
‎
‎Hal ini tentu membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, mulai dari penataan lapak, fasilitas pasar yang bersih dan representatif, hingga akses parkir yang baik.
‎
‎Penataan kawasan Parung ini menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayahnya.
‎
‎Dengan konsep terintegrasi, Parung diharapkan tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga ruang publik yang nyaman dan modern bagi masyarakat.[]

Baca Juga:  DPRD dan Pemkab Bogor Sepakati LKPJ, Bahas Perlindungan Adat

Berita Terkait

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan
Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara
Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik
Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing
Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor
Pemkab Bogor Perkuat Peran Bunda PAUD Tingkatkan Akses Pendidikan Anak

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Berita Terbaru

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB