Pakar Tata Kota Dukung Rencana Flyover-Underpass di Pelintasan Kereta

Bisyral

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Pengamat infrastruktur dan tata kota Yayat Supriatna menyambut baik rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membangun flyover dan underpass di pelintasan kereta.

Dia menilai rencana tersebut telah lama direncanakan, tetapi realisasinya kerap terkendala anggaran dan persoalan kewenangan.

Dosen Universitas Trisakti itu menyoroti persoalan utama terletak pada tumpang tindih kewenangan antara sektor jalan dan perkeretaapian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, perdebatan mengenai siapa yang bertanggung jawab kerap menghambat percepatan pembangunan.

“Apakah menggunakan undang-undang jalan atau undang-undang perkeretaapian? Lempar tanggung jawab itu sudah sering, masalah klasik,” jelasnya.

Baca Juga:  Mengapa Sering Mati Lampu Akhir-Akhir ini? Ini Sebabnya

Jika mengacu pada jalan nasional, tanggung jawab berada di pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

Namun, persoalan menjadi lebih kompleks pada jalan provinsi dan kabupaten, yang jumlah perlintasan sebidangnya jauh lebih banyak, termasuk perlintasan liar yang tidak terkelola.

Yayat juga menekankan pentingnya penentuan skala prioritas dalam penggunaan anggaran.

Menurutnya, pembangunan harus difokuskan pada wilayah dengan tingkat kepadatan lalu lintas dan frekuensi kereta yang tinggi.

Baca Juga:  Alfamart Ditutup di Lombok Tengah, 150 Karyawan Terancam PHK

“Misalnya Bogor, kemudian Bekasi dengan double-double track, itu membutuhkan underpass atau flyover karena kalau setiap satu-dua menit palang buka-tutup, itu akan mengganggu lalu lintas,” ujarnya.

Ia juga menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan perbedaan karakteristik wilayah, baik untuk kereta perkotaan dengan frekuensi tinggi maupun jalur regional yang minim pengawasan.

Dalam hal ini, Yayat menilai beberapa daerah seperti Jawa Timur sudah cukup progresif dalam menangani pelintasan sebidang, sementara wilayah lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten masih perlu percepatan.

Baca Juga:  Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa

Selain pembangunan fisik, ia menekankan pentingnya pemagaran jalur rel sebagai bagian dari perlindungan sistem perkeretaapian yang semakin modern.

“Kereta api yang semakin cepat membutuhkan perlindungan di pelintasan sebidang. Itu sangat penting dan tidak bisa dihindari,” katanya.

Pada sisi lain, Yayat mengingatkan agar proyek pembangunan tidak menimbulkan persoalan baru, terutama potensi korupsi.

“Jangan sampai pembangunan pelintasan sebidang itu melahirkan masalah korupsi baru. Ini perlu didukung dengan pengawasan yang maksimal,” tegasnya.

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB