Binanews.id | Yogyakarta–Langkah progresif terus dipacu oleh Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Demi mengamankan predikat “Unggul” dalam asesmen lapangan akreditasi yang kian dekat, Program Studi KPI IUQI Bogor resmi melebarkan sayapnya ke Yogyakarta. Tidak tanggung-tanggung, penjajakan kerja sama strategis langsung dijalin bersama Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS) serta tiga universitas raksasa di Kota Pelajar tersebut.
Aksi jemput bola ini mendapat dukungan penuh dari Jajaran Rektorat IUQI Bogor. Manajemen rektorat menegaskan bahwa kolaborasi lintas institusi merupakan pilar krusial dalam mempercepat peningkatan mutu akademik dan daya saing kampus di kancah nasional. Guna merealisasikan visi besar tersebut, FDKI IUQI Bogor mengirimkan delegasi resminya yang terdiri dari unsur pimpinan fakultas, jajaran ketua dan sekretaris program studi, serta perwakilan dosen tetap.
Kunjungan akademik ini dirancang secara terukur untuk merumuskan sekaligus menandatangani draf kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU). Selain dengan ASKOPIS sebagai induk asosiasi profesi, sinergi taktis ini juga diikat bersama tiga kampus ternama, yaitu Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Selain memperkuat jejaring kelembagaan, rombongan IUQI juga melaporkan progres tahapan unggah borang dan Laporan Evaluasi Diri (LED) akreditasi pada laman LAMSPAK kepada Ketua ASKOPIS, Dr. Zamroni, M.Si
Adapun poin penting kerja sama yang ditawarkan meliputi kolaborasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat (PKM), peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dosen, pertukaran akademik, hingga kaderisasi alumni KPI IUQI untuk melanjutkan studi di kampus mitra.
Rombongan berangkat menuju Yogyakarta menggunakan kereta api dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Lempuyangan. Pertemuan pertama bersama Ketua ASKOPIS berlangsung pada Jumat pagi hingga siang hari. Dalam arahannya, Dr. Zamroni menekankan beberapa aspek penting yang harus diperkuat dalam proses akreditasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kunci utama menuju prodi unggul bukan hanya pada dokumen administratif, tetapi juga konsistensi pengembangan kurikulum, penguatan laboratorium dan studio praktik, produktivitas jurnal penelitian, peningkatan kualitas SDM dosen, serta kiprah alumni di tengah masyarakat,” ujar Dr. Zamroni, M.Ag.
Penandatanganan draft MoU dilakukan langsung oleh Dekan FDKI IUQI Bogor bersama Ketua ASKOPIS karena ruang lingkup kerja sama yang diajukan mencakup level fakultas.
Usai pertemuan di kampus UIN Sunan Kalijaga, rombongan melanjutkan kunjungan ke kampus UMY dan UAD yang berada di kawasan Ring Road Bantul, Yogyakarta. Di kampus UMY, rombongan disambut langsung oleh jajaran pimpinan fakultas dan Ketua Prodi KPI. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif dengan pembahasan terkait implementasi kerja sama akademik antarkampus.
Sementara itu, di kampus UAD, rombongan diterima di Gedung Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) oleh Dekan FSBK, Wajiran, serta Kaprodi Ilmu Komunikasi, Anindia. Dalam sambutannya, pihak UAD menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti kerja sama yang telah dijajaki.
Ketua Prodi KPI IUQI Bogor, Ahmad Syaoqillah, M.Si., menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Prodi KPI IUQI untuk terus meningkatkan kualitas kelembagaan dan memperluas jejaring akademik nasional.
“Kami berharap penjajakan kerja sama ini tidak hanya berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi dapat diwujudkan dalam program nyata seperti riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, seminar nasional, hingga penguatan kompetensi lulusan KPI IUQI Bogor,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan asosiasi profesi menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung target akreditasi unggul Prodi KPI IUQI Bogor di masa mendatang.[]








