Demo Buruh September 2026: 50 Ribu Massa akan Bergerak ke Jakarta

Bisyral

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026 - 19:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta- Demo buruh 24 September 2026 akan digelar di Jakarta. Jumlah massanya tidak sedikit. Hampir 50 ribu buruh disiapkan untuk turun ke jalan mengawal pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea memastikan aksi tersebut tetap berlangsung pada Kamis, 24 September 2026.

Aksi itu digelar Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI). Tujuannya menyampaikan aspirasi buruh kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai regulasi ketenagakerjaan yang sedang dibahas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Andi Gani menegaskan aksi tersebut bukan gerakan politik untuk menggoyang pemerintahan.

“Aksi besar damai tetap dilaksanakan besok. Total massa hampir mencapai 50 ribu buruh,” kata Andi Gani, (23/9/2026).

Buruh akan datang dari Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Sebagian massa bergerak menggunakan sepeda motor menuju Jakarta. Informasi mengenai rencana pengerahan massa dari sejumlah wilayah penyangga Jakarta sebelumnya juga telah disampaikan KSPSI.

Baca Juga:  Fenomena Film Dokumenter Pesta Babi: Krisis Identitas Negara dalam Kacamata Psikologi Sosial

Yang menarik justru titik kumpulnya.

Bukan Bundaran Hotel Indonesia seperti informasi yang beredar sebelumnya.

Andi Gani mengatakan massa akan berkumpul di kawasan Semanggi sekitar pukul 10.00 WIB. Dari sana mereka bergerak perlahan menuju kawasan UOB, sebelum Grand Indonesia.

Di tempat itulah massa akan menunggu delegasi buruh.

“Tidak benar kalau titik kumpulnya di Bundaran HI. Banyak sekali hoaks,” ujarnya.

Sementara itu, sekitar pukul 09.00 WIB, sejumlah pimpinan konfederasi buruh dijadwalkan menemui Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman di Bina Graha.

Mereka membawa petisi dan aspirasi buruh untuk diteruskan kepada Presiden Prabowo.

Jadi, ada dua jalur yang berjalan bersamaan. Delegasi masuk melalui jalur dialog. Massa menyampaikan dukungan dari luar.

Bagi Andi Gani, turun ke jalan merupakan pilihan terakhir setelah sekitar empat bulan menempuh jalur diplomasi.

“Pilihan ini pilihan yang sangat-sangat terakhir buat kami,” katanya.

Hubungan dengan Presiden Prabowo, menurut Andi Gani, tetap baik. Bahkan Prabowo disebut sebagai pemimpin yang selama ini membuka ruang dialog dengan kelompok buruh.

Baca Juga:  Khutbah Wukuf, Kiai Asep: Haji Ajarkan Keikhlasan dan Ketakwaan

Karena itu, petisi yang dibawa ke Istana disebut bukan sebagai ancaman.

Ia mengibaratkannya seperti surat dari anak kepada ayah.

“Seperti ayah kami, ini kirim surat anak ke ayahnya,” ujar Andi Gani.

Aksi juga ditargetkan tidak berlangsung lama.

Setelah delegasi menyampaikan aspirasi dan mendapatkan respons dari Istana, massa akan dibubarkan. Targetnya sebelum pukul 13.00 WIB.

Massa juga disebut tidak akan masuk ke kawasan Bundaran HI.

Sebelumnya memang sempat muncul informasi bahwa kawasan Bundaran HI akan menjadi titik aksi. Namun perkembangan terbaru dari pimpinan KSPSI menyebut konsentrasi massa berada di sekitar Semanggi, UOB dan kawasan sebelum Grand Indonesia.

Lalu apa yang dibawa buruh?

Ada 11 tuntutan yang diperjuangkan KBPBI dalam pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan.

Isunya menyentuh hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupan pekerja: pengupahan, outsourcing, jaminan sosial, PKWT, pekerja platform, jaminan pesangon, cuti haid hingga pemagangan.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 12 Mei 2026 Naik Lagi

Beberapa poin disebut sudah mengalami perkembangan positif dalam pembahasan antara buruh, pemerintah dan DPR.

Itulah yang membuat aksi kali ini tidak semata soal turun ke jalan.

Ada regulasi yang sedang dirumuskan.

Ada meja perundingan.

Dan ada puluhan ribu buruh yang ingin memastikan suara mereka ikut masuk ke dalam regulasi tersebut.

 

Demo buruh 24 September 2026 akhirnya menjadi titik penting dari rangkaian proses itu. Buruh berharap perkembangan pembahasan yang sudah ada dapat menjadi jalan keluar bagi lahirnya aturan ketenagakerjaan yang mengakomodasi kepentingan pekerja.

Andi Gani juga mengapresiasi ruang demokrasi yang diberikan kepolisian kepada buruh untuk menyampaikan aspirasi secara damai.

“Kami menghargai juga kerja keras dari Menaker bersama seluruh Panja Komisi IX, lalu Bapak Kapolri yang memberikan ruang demokrasi yang sangat luar biasa, asalkan aman dan damai,” pungkasnya.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB