Binanews.id | Bogor- Bupati Bogor Rudy Susmanto melakukan silaturahmi bersama para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-alun Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Selasa malam (14/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bogor mengajak seluruh pedagang, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ruang publik yang nyaman, bersih, dan tertata.
Didampingi beberapa pimpinan perangkat daerah, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Rudy Susmanto menyampaikan apresiasi kepada para pedagang yang turut memberikan warna bagi Kabupaten Bogor.
“Terima kasih kepada Bapak Ibu sekalian yang selalu memberikan warna untuk Kabupaten Bogor. Kita ingin Bogor maju, Bogor bersih, tetapi kita juga ingin masyarakat tetap bisa mencari rezeki,” ungkap Rudy.
Bupati Bogor menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan ruang bagi. Masyarakat untuk berusaha di kawasan Alun-alun Tegar Beriman, dengan tetap mengedepankan ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan bersama.
Sebagai langkah penataan, seluruh pedagang akan dilakukan pendataan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UMKM.
Pendataan tersebut bertujuan agar pemerintah dapat mengetahui identitas, jenis usaha, serta memberikan pembinaan dan dukungan program ke depan.
“Pendataannya sederhana, siapa namanya, nomor teleponnya, dagangnya apa. Karena ke depan kalau ada program pemerintah, inilah pedagang-pedagang yang sudah terdata,” jelasnya.
Dalam rangka memperkuat identitas budaya Kabupaten Bogor, Rudy juga mengajak para pedagang untuk mengenakan ornamen budaya Sunda saat berjualan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI dan seterusnya.
“Bogor memiliki akar budaya sunda. Mari kita tampilkan ciri khasnya. Tidak harus memakai yang berlebihan, cukup ada unsur Sunda seperti pangsi atau udeng, agar masyarakat yang datang melihat keramahan dan budaya Bogor,” ucapnya.
Terkait penataan pedagang ke depan, Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor juga tengah mempersiapkan sejumlah lokasi alternatif bagi PKL agar dapat berdagang di tempat yang lebih tertata dan representatif, salah satunya kawasan sekitar Stadion Pakansari.
Sementara untuk pengelolaan parkir, Rudy meminta agar segera dilakukan koordinasi bersama Dinas Perhubungan dan masyarakat sekitar agar pengelolaan parkir berjalan tertib dengan tarif yang sesuai ketentuan.
“Jangan sampai niat baik pemerintah menjadi persoalan karena ada pungutan yang tidak sesuai. Kita ingin masyarakat sekitar ikut terlibat, anak-anak muda bisa beraktivitas, tetapi semuanya harus dikelola dengan baik,” ucarnya.
Rudy berharap Alun-alun Tegar Beriman menjadi ruang publik yang ramah bagi seluruh masyarakat, tempat keluarga berkumpul dengan nyaman, sekaligus menjadi ruang ekonomi bagi warga.
“Jaga Bogor” bersama-sama. Kalau Bogor bersih, indah, dan nyaman, yang datang bukan hanya warga Bogor, tetapi masyarakat dari luar daerah juga akan datang. Ini akan membuka peluang rezeki yang lebih besar bagi para pedagang,” pungkasnya.
Dengan semangat gotong royong, Pemerintah Kabupaten Bogor mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama menjaga kebersihan, ketertiban, dan keindahan Kabupaten Bogor sebagai rumah bersama. (Tim Komunikasi Publik/Diskominfo Kabupaten Bogor)









