Binanews.id | Bogor- Ada kabar menarik untuk warga Indonesia yang memasuki usia 17 tahun. Pemerintah sedang menyiapkan program rekening gratis bagi masyarakat yang belum memiliki rekening bank. Bukan hanya rekeningnya yang gratis. Pemerintah juga menyiapkan saldo awal Rp50 ribu.
Program ini rencananya mulai berjalan pada 2027.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah sudah melaporkan rencana tersebut kepada Presiden. Namun programnya masih dalam tahap pembahasan, termasuk mengenai skema pemberiannya.
Yang menarik justru angkanya.
Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp3,8 triliun untuk program rekening gratis tersebut.
“Rekening gratis kami juga sudah laporkan kepada Pak Presiden,” kata Airlangga di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (24/09/2026).
Airlangga tidak menyebutkan secara pasti berapa jumlah warga yang akan mendapatkan rekening sekaligus saldo awal Rp50 ribu.
Tetapi hitungannya sebenarnya sederhana.
Rp3,8 triliun dibagi Rp50 ribu.
Hasilnya sekitar 76 juta orang. Lebih tepatnya sekitar 76,8 juta penerima jika seluruh anggaran Rp3,8 triliun digunakan untuk saldo awal.
Angka itu tentu masih berupa hitungan berdasarkan total anggaran. Jumlah penerima sebenarnya masih menunggu keputusan pemerintah mengenai skema program.
“ Tinggal dibagi saja Rp3,8 triliun ini dibagi Rp50 ribu,” ujar Airlangga.
Rekening gratis ini ditujukan bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas yang belum mempunyai rekening bank. Pemerintah melihat program tersebut sebagai salah satu cara memperluas inklusi keuangan.
Artinya, semakin banyak masyarakat yang memiliki akses ke rekening bank.
Program itu belum akan berjalan tahun ini. Pemerintah masih membahas keseluruhan mekanismenya.
Jika pembahasan berjalan sesuai rencana, rekening gratis tersebut kemungkinan mulai diberikan pada 2027.
“Insyaallah,” kata Airlangga ketika ditanya mengenai kemungkinan program dimulai awal 2027.
Sebelumnya, Airlangga menyebut rekening tersebut akan dibuat melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Saldo awal Rp50 ribu juga bukan sekadar angka di dalam rekening.
Uang tersebut nantinya dapat dicairkan oleh pemilik rekening.
“Bisa, bisa ditarik,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, 9 September 2026.
Bagi pemerintah, nilai Rp50 ribu mungkin terlihat kecil.
Tetapi jika diberikan kepada puluhan juta orang, hitungannya berubah menjadi triliunan rupiah.
Di situlah cerita rekening gratis ini menjadi menarik. Sebuah saldo awal Rp50 ribu, jika dikalikan jumlah penerima yang sangat besar, bisa menjadi program bernilai Rp3,8 triliun.
Kini tinggal menunggu satu hal: bagaimana pemerintah akan membagikannya.
Editor : Fathurroji









